Keluarga Tolak Autopsi, Polsek Kota Besi Tetap Cari Motif HD Gantung Diri

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 07 April 2026 | 12:37:55 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Keluarga HD menolak dilakukan autopsi. Tapi, polisi tetap akan melakukan penyelidikan mencari motif di balik aksi nekad HD gantung diri.

HD (31) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Diduga dia menyudahi hidup dengan cara gantung diri.

Dari hasil penanganan awal, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti serta motif di balik kejadian tersebut.

Pihak keluarga HD menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Keluarga juga tidak mengajukan laporan maupun tuntutan, dengan pertimbangan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Kota Besi masih mendalami kasus ini guna mengungkap latar belakang yang mendorong korban mengakhiri hidupnya.

Kejadian ini pertama kali terungkap saat dua orang saksi, RL dan SB, mendatangi rumah korban di Jalan Abu Bakar RT 04.

Keduanya bermaksud menemui korban. Namun setelah beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil, tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Karena curiga, saksi SB kemudian berinisiatif masuk melalui pintu belakang. Saat menuju kamar, ia dibuat terkejut setelah mendapati korban sudah dalam posisi tergantung di dalam kamar tidur.

Dalam kondisi panik, saksi berupaya menurunkan korban dengan memotong tali menggunakan alat seadanya.

Setelah itu, pintu depan dibuka untuk memanggil saksi lain serta orang tua korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi.

Kapolsek Kota Besi, Iptu Noor Iksan, mewakili Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Begitu laporan diterima, petugas segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal di TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar kejadian,” ujarnya, Selasa 7 April 2026. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top