KALAMANTHANA, Muara Teweh – Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha, menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dalam mengembangkan program Integrasi Sapi–Sawit (SISKA) serta hilirisasi sektor peternakan.
Menurutnya, program SISKA menjadi terobosan strategis untuk memaksimalkan potensi daerah, khususnya luasnya lahan perkebunan sawit yang dapat dikolaborasikan dengan usaha peternakan. “Kami di DPRD, khususnya Komisi II, sangat mendukung kebijakan ini. Integrasi sapi dan sawit bukan hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan peternak,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Taufik menegaskan daerah harus mampu menyediakan kebutuhan daging yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
“Barito Utara tidak boleh hanya menjadi konsumen. Kita harus menjadi daerah penyangga pangan, khususnya untuk Kalimantan Tengah. Ini juga bentuk kesiapan mendukung MBG dengan bahan pangan lokal yang berkualitas,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan kesehatan hewan serta pencegahan penyakit hewan menular strategis agar produksi tetap terjaga. Penguatan hilirisasi juga dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk peternakan.
Komisi II DPRD Barito Utara, lanjutnya, siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penganggaran, penyusunan regulasi, hingga pengawasan agar program SISKA dan hilirisasi peternakan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (Sly).