KALAMANTHANA, Sampit – Bendahara Desa di Kecamatan Baamang, AS, hilang misterius bersama dana koperasi Rp1,4 miliar. Mobilnya ditemukan di Kelurahaan Baamang Hulu.
AS diketahui terakhir kali membawa uang yang merupakan dana Sisa Hasil Kebun (SHK) pada Rabu 23 April 2026 lalu. Informasinya, uang tersebut senilai Rp1,4 miliar.
Namun sejak saat itu, ia tidak lagi dapat dihubungi. Ketidakhadirannya hingga malam hari membuat pihak keluarga cemas dan berupaya melakukan pencarian.
Penelusuran kemudian mengarah ke wilayah Sampit. Sehari berselang, kendaraan yang biasa digunakan AS ditemukan di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 9, Kelurahan Baamang Hulu, dalam kondisi mencurigakan.
Beberapa bagian mobil tampak mengalami kerusakan. Kaca pecah, ban depan kempes, serta spion patah.
Meski demikian, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan AS di sekitar lokasi. Uang yang dibawanya pun turut hilang tanpa jejak.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani, membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menyebut pihaknya telah melakukan langkah awal penyelidikan, termasuk mendatangi lokasi penemuan kendaraan dan mengamankan sejumlah barang bukti.
“Benar, Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Helmi Hamdani, Sabtu 25 April 2026.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini, di antaranya kendaraan milik AS, uang tunai, telepon genggam, dokumen perbankan, serta barang pribadi lainnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana seperti penggelapan maupun pencurian dengan pemberatan. (*)