KALAMANTHANA, Sampit – Suasana mencekam mewarnai peristiwa kebakaran di Baamang Hulu, Kotawaringin Timur. Satu bangunan berhasil diselamatkan.
Kebakaran itu terjadi di kawasan Jalan Walter Condrat, Komplek Mentaya Permai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu 26 April 2026 siang.
Kobaran api tiba-tiba mengamuk dan melahap satu unit rumah warga hingga ludes terbakar. Sementara bangunan di sebelahnya berhasil diselamatkan meski sempat terdampak pada bagian atap.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.13 WIB, saat warga melihat kobaran api muncul dari rumah berbahan kayu milik Haryadi (39).
Dalam waktu singkat, api membesar dan memicu kepanikan warga di kawasan permukiman padat tersebut karena dikhawatirkan merembet ke bangunan lain.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur yang menerima laporan segera menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.26 WIB.
Saat petugas tiba, kondisi api sudah cukup besar dan mulai mengancam bangunan di sekitarnya.
Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Hari Wahyudi, menjelaskan bahwa laporan awal sempat diduga sebagai kebakaran lahan. Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, diketahui bahwa yang terbakar adalah bangunan rumah.
“Api sudah cukup besar saat petugas tiba di lokasi,” ujarnya.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 12.28 WIB. Petugas berjibaku memadamkan api dan berupaya melokalisir kobaran agar tidak meluas ke rumah lainnya. Upaya tersebut membuahkan hasil, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.34 WIB.
Meski api tidak sempat merambat luas, satu rumah milik Susilawati (36) turut terdampak akibat panas dan jilatan api, terutama pada bagian atap serta sebagian isi rumah.
“Api berhasil dikendalikan dengan cepat sehingga tidak meluas. Namun satu bangunan habis terbakar dan satu lainnya terdampak,” tambah Hari.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di lingkungan dengan bangunan berbahan mudah terbakar. (*)