Pengurus ORGANDA Kapuas Resmi Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Transportasi

Penulis: Redaksi  •  Senin, 11 Mei 2026 | 12:20:18 WIB
Pelantikan DPC ORGANDA Kabupaten Kapuas Masa Bhakti 2026-2031, Senin (11/5/2026). Foto : irfan

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Kabupaten Kapuas periode 2026–2031 yang diketuai Arjusika Triady AK (Adi Karim) resmi dilantik, Senin (11/5/2026).

Pelantikan pengurus ORGANDA Kapuas dilakukan langsung oleh Ketua ORGANDA Provinsi Kalimantan Tengah, Ducun Helduk Umar, di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno yang diwakili Kepala Bagian PBJ Setda Kapuas, Sidik Widiyanto, unsur Forkopimda, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kapuas yang dibacakan Sidik Widiyanto, disampaikan bahwa keberadaan ORGANDA memiliki peran strategis.

ORGANDA bukan sekadar organisasi pengusaha angkutan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau bagi masyarakat Kapuas.

“Pemerintah Kabupaten Kapuas menyambut baik kepengurusan yang baru. Kami berharap, di bawah kepemimpinan Bapak Arjusika Triady AK, ORGANDA Kapuas dapat menjadi organisasi yang solid dan profesional,” katanya.

Bupati juga berpesan agar seluruh anggota ORGANDA menjaga kekompakan dan menghindari konflik antartrayek maupun antarpengusaha angkutan yang dapat merugikan masyarakat.

“Saya titip, jaga kekompakan anggota. Jangan sampai ada konflik antartrayek maupun antar-PO yang merugikan masyarakat. Selesaikan setiap persoalan dengan musyawarah dan kepala dingin,” pesan Bupati Wiyatno.

Sementara itu, Ketua DPC ORGANDA Kapuas, Arjusika Triady, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama seluruh jajaran pengurus.

Menurut Arjusika, amanah tersebut bukan hal ringan mengingat Kabupaten Kapuas memiliki wilayah yang luas dengan berbagai tantangan transportasi, baik darat maupun sungai.

“Kapuas bukan kabupaten kecil. Wilayahnya luas, dari Kuala Kapuas sampai Mantangai, dari Basarang sampai Pulau Petak. Di setiap jalur itu ada bus, angkot, truk, hingga kelotok angkutan yang menjadi nadi pergerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, tantangan transportasi di Kapuas cukup beragam, mulai dari kondisi jalan, persaingan trayek, hingga persoalan BBM subsidi dan retribusi.

“Saya yakin, kalau kita kompak, semua tantangan itu bisa kita hadapi bersama,” tambahnya.

Arjusika juga menegaskan bahwa ORGANDA merupakan rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha angkutan, tanpa memandang besar kecilnya armada yang dimiliki.

“Tidak ada lagi saling sikut di jalan, tidak ada lagi ribut di grup WA. Kalau ada masalah trayek, setoran, atau persoalan di lapangan, kita selesaikan dengan kepala dingin di kantor DPC. Saya dan pengurus siap menjadi penengah dan pendengar,” pungkasnya. (fan)

Reporter: Redaksi
Back to top