KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran hebat terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 94, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa 19 Mei 2026 siang.
Kobaran api menghanguskan satu unit mobil pikap dan sebuah warung sayur yang berada di tepi Jalan Trans Kalimantan.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena api terlihat membesar dan mengeluarkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi.
Sejumlah pengendara yang melintas di jalur utama penghubung antardaerah itu bahkan sempat memperlambat laju kendaraan untuk melihat kejadian.
Informasi kebakaran diterima petugas Pos Sektor Kecamatan Cempaga Hulu sekitar pukul 12.31 WIB. Laporan disampaikan warga yang datang langsung ke pos pemadam meminta bantuan setelah melihat api membesar di lokasi kejadian.
Mendapat informasi tersebut, petugas segera melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi menggunakan armada pemadam MTPK Ayaxx. Hanya dalam waktu sekitar lima menit perjalanan, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.41 WIB.
Saat tiba di lokasi, kondisi api diketahui sudah membakar satu unit mobil pikap dan merembet ke bangunan warung sayur di dekatnya. Petugas langsung melakukan penyemprotan air untuk mencegah api meluas ke area lain di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Pos Sektor Kecamatan Cempaga Hulu, M Rifani mengatakan, cepatnya kobaran api membuat petugas harus bergerak cepat agar kebakaran tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar jalan utama tersebut.
“Ketika petugas tiba, api sudah cukup besar dan membakar kendaraan serta bangunan warung. Kami langsung fokus melakukan pemadaman agar api tidak merembet lebih luas,” ujarnya.
Menurut Rifani, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
“Setelah api padam, dilakukan pendinginan supaya tidak muncul titik api baru. Kondisi akhirnya dinyatakan aman sekitar pukul 13.33 WIB,” katanya.
Dalam proses penanganan kebakaran itu, petugas pemadam juga mendapat bantuan dari Relawan Rajawali, personel Polsek Cempaga Hulu, Koramil, serta pihak PLN Cempaga Hulu yang membantu pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Mobil pikap yang terbakar diketahui milik Azim, sedangkan bangunan warung sayur merupakan milik Edi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian cukup besar.
Kerugian bangunan ditaksir mencapai sekitar Rp60 juta, sementara kerugian akibat terbakarnya mobil pikap diperkirakan mencapai Rp150 juta. Total kerugian keseluruhan diperkirakan sekitar Rp210 juta.
Petugas yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari M Rifani selaku kepala pos, Markus Marcelino sebagai pengemudi armada, dan Aulia Rahman sebagai anggota pemadam.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak terkait. Aparat juga masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait dampak kebakaran tersebut. (su)