Geger di Jangkang! Mayat Laki-laki Ditemukan di Aliran Sungai Remoncok

Penulis: Redaksi  •  Senin, 25 Mei 2026 | 07:48:08 WIB

KALAMANTHANA, Sanggau – Warga Desa Tanggung, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, geger. Sesosok mayat laki-laki ditemukan di aliran Sungai Remoncok.

Jasad itu diketemukan pada Minggu 24 Mei 2026 pagi. Belakangan, diketahui dia adalah MJ (83), warga Dusun Parus, Desa Tanggung, Kecamatan Jangkang.

Penemuan mayat tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat kepada Polsek Jangkang sekitar pukul 09.30 WIB setelah warga melihat tubuh korban berada di sungai dalam kondisi tidak bernyawa.

Personel Polsek Jangkang bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Jangkang dan warga setempat langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.

Kapolsek Jangkang, Iptu Sukarjo, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya penemuan mayat di wilayah Sungai Remoncok.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan yakni mendatangi tempat kejadian perkara, mengidentifikasi korban, meminta keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi korban.

“Begitu menerima laporan dari warga, personel Polsek Jangkang bersama tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban serta melakukan penanganan awal di tempat kejadian,” ujar Sukarjo.

Kapolsek Jangkang menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari tenaga kesehatan Puskesmas Jangkang, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memang mengalami demensia atau pikun sehingga diduga pergi meninggalkan rumah tanpa diketahui keluarga. Hasil pemeriksaan tenaga kesehatan juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Sukarjo.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, personel Polsek Jangkang bersama warga membantu mengevakuasi korban menuju rumah duka di Dusun Parus, Desa Tanggung. Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk langsung melaksanakan proses pemakaman.

Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan tidak bersedia dilakukan autopsi. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top