Heboh Kupon Kurban Palsu di Sampit, Perlaku Diduga Pria Asal Kediri, Begini Kronologisnya

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 18:45:43 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Suasana pembagian daging kurban di Masjid Jami As-Salam, Sampit, mendadak diwarnai kegaduhan setelah belasan warga datang membawa kupon kurban yang belakangan diketahui palsu.

Dugaan penipuan bermodus pembagian kupon kurban ini pun menggegerkan panitia dan warga yang hadir di lokasi pada pembagian daging kurban, Rabu 27 Mei 2026.

Kasus tersebut mulai terungkap sejak pagi saat warga berdatangan untuk menukarkan kupon yang mereka kantongi kepada panitia pembagian daging kurban.

Saat dilakukan pemeriksaan, panitia menemukan adanya perbedaan mencolok antara kupon yang dibawa warga dengan kupon resmi yang sebelumnya telah dibagikan.

Panitia kurban Masjid Jami As-Salam, Muhammad Isa Anshari, mengatakan awalnya pihaknya mengira hanya terjadi kesalahan teknis. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, kupon-kupon itu dipastikan tidak terdaftar dalam data distribusi resmi panitia.

“Sejak pagi ada beberapa warga datang menukarkan kupon. Setelah kami cek, ternyata kupon itu bukan kupon resmi. Bentuknya dibuat cukup meyakinkan, ada nama dan alamat, sehingga sekilas tampak asli,” ujarnya.

Menurutnya, kasus ini baru pertama kali dialami mereka. Dari hasil penelusuran panitia kemudian menemukan fakta bahwa para pembawa kupon palsu tersebut mayoritas bukan warga sekitar lingkungan masjid. Mereka berasal dari sejumlah kawasan yang lokasinya cukup jauh dari titik pembagian daging kurban.

Keterangan para korban mengarah pada dugaan adanya seorang pria yang berkeliling menawarkan kupon dengan berbagai alasan. Pelaku disebut mengaku sebagai bagian dari panitia Masjid Jami As-Salam dan menjanjikan penerima akan mendapatkan daging kurban jika bersedia menyerahkan sejumlah uang.

Modus yang digunakan disebut beragam. Selain meminta uang secara langsung, pelaku juga menawarkan pembelian perangkat CCTV, jasa servis elektronik, hingga meminta sumbangan dengan dalih untuk anak yatim.

Salah seorang korban disebut mengalami kerugian hingga Rp400 ribu setelah tergiur tawaran pembelian CCTV dari pelaku.

“Ada korban yang mengaku menyerahkan uang Rp400 ribu karena dijanjikan dapat kupon sekaligus ditawari pemasangan CCTV. Setelah uang diberikan, orangnya hilang dan tidak bisa dihubungi,” kata Muhammad Isa.

Informasi yang dihimpun panitia, pelaku merupakan seorang pria bertubuh pendek yang mengaku berasal dari Kediri.

Namun hingga kini identitas pastinya belum diketahui lantaran tidak ada dokumentasi foto maupun rekaman CCTV yang dapat dijadikan petunjuk.

Muhammad Isa menyebut lebih dari 10 warga datang membawa kupon palsu pada hari pembagian.

Meski sebagian besar kerugian yang dialami korban berkisar puluhan ribu rupiah, pihak panitia menilai modus tersebut cukup meresahkan karena memanfaatkan momentum ibadah kurban untuk menipu masyarakat.

Panitia menduga kupon palsu sengaja dijadikan alat untuk membangun kepercayaan korban agar bersedia menyerahkan uang.

Menyikapi kejadian itu, pihak masjid langsung mengarahkan para korban untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi juga telah menerima informasi awal terkait dugaan penipuan tersebut.

Panitia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengatasnamakan panitia kurban dan meminta uang dengan iming-iming kupon pembagian daging.

“Kalau ada yang mengaku dari panitia dan meminta uang, pastikan dulu ke masjid. Jangan langsung percaya,” tegasnya. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top