KALAMANTHANA, Sintang – Tangis duka menyambut evakuasi MRW, remaja yang tenggelam di Danau Biru, Sintang, Kalimantan Barat. MRW ditemukan sudah tak bernyawa.
Tim SAR Gabungan menemukan MRW di Danau Biru, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Minggu 21 Juni 2026 sekitar pukul 12.50 WIB.
Tim SAR Gabungan terdiri dari unsur Basarnas, Satpolariud Polres Sintang, Polsek Sintang Kota, serta unsur terkait lainnya.
Penemuan korban disambut haru dan tangis duka oleh keluarga, kerabat, dan masyarakat yang sejak awal turut mengikuti perkembangan proses pencarian.
Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu dalam upaya pencarian korban.
“Alhamdulillah, pada hari kedua operasi pencarian, korban berhasil ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Kapolres Sintang.
Sejak menerima laporan kejadian, Polres Sintang bersama Basarnas dan instansi terkait terus mengoptimalkan pencarian dengan melakukan penyisiran menggunakan speedboat, pemantauan di sekitar lokasi kejadian, serta koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses pencarian.
Setelah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Desa Nobal, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, guna dilakukan prosesi pemakaman.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.
Polres Sintang kembali mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan perairan serta tidak berenang di lokasi yang memiliki risiko tinggi tanpa pengawasan dan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat beraktivitas di perairan guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari. (*)