Pembangunan Jembatan Handel Bapalas Dorong Konektivitas dan Hilirisasi Pertanian di Kapuas

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 14:22:42 WIB
Bupati Kapuas H M Wiyatno bersama Sekda Kapuas Usis I Sangkai, anggota DPRD Kapuas Thosibae Limin dan I Made Pasek saat meninjau pembangunan Jembatan Bapalas, Kamis (25/6/2026). Foto : ist

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Salah satu proyek prioritas yang saat ini mulai dilaksanakan adalah Pembangunan Jembatan Handel Bapalas, yang akan menjadi penghubung penting antara Kecamatan Basarang, Kecamatan Selat, dan Kecamatan Bataguh.

Jembatan ini direncanakan sebagai jembatan Kelas B dengan konstruksi rangka baja komposit, yang dirancang mampu memberikan pelayanan transportasi yang aman, kuat, dan berkelanjutan. Secara teknis, jembatan memiliki panjang total 70 meter, terdiri atas bentang utama sepanjang 30 meter dan bentang pendekat sepanjang 40 meter.

Pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada CV. Bintang Pancang Utama dengan jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender, yang dimulai pada 4 Mei 2026. Selama masa pekerjaan, Pemerintah Kabupaten Kapuas terus melakukan pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Keberadaan Jembatan Handel Bapalas memiliki arti strategis karena menghubungkan kawasan-kawasan yang selama ini menjadi sentra pertanian di Kabupaten Kapuas. Dengan tersedianya akses yang lebih baik, mobilitas masyarakat, distribusi hasil panen, serta aktivitas perekonomian di wilayah tersebut diharapkan semakin meningkat.

Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno, saat meninjau pembanguan Jembatan Handel Bapalas, Kamis (25/6/2026), menyampaikan harapannya agar pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan secepat mungkin melalui berbagai upaya percepatan yang tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Handel Bapalas akan membuka akses langsung antara Kecamatan Bataguh dan Kecamatan Basarang, sehingga mampu memperlancar arus distribusi komoditas pertanian dan mendukung program hilirisasi produk pertanian di Kabupaten Kapuas.

"Jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi infrastruktur yang akan memperkuat konektivitas kawasan pertanian, mempercepat distribusi hasil produksi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang semakin baik, kita berharap nilai tambah produk pertanian dapat terus meningkat melalui pengembangan hilirisasi," ungkap Wiyatno.

Pemerintah Kabupaten Kapuas optimistis pembangunan Jembatan Handel Bapalas akan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mendukung pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.

Melalui sinergi seluruh pihak, proyek ini diharapkan dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani di Kecamatan Basarang, Kecamatan Bataguh, dan Kecamatan Selat. (fan)
 

Reporter: Redaksi
Back to top