Misteri Pesan Terakhir Pelajar Putri Sebelum Nekad Akhiri Hidupnya

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:28:20 WIB

KALAMANTHANA, Manado – Pesan itu terkirim ke telepon seluler EG tengah malam. Sebelum sempat melihat, si pengirim sudah menghapusnya. Dinihari, EG menerima kabar si pengirim meninggal secara tragis.

Sampai sekarang, isi pesan itu masih misterius. Tapi, kuat dugaan, itulah pesan terakhir KJA, pelajar perempuan berusia 15 tahun di Kota Manado, Sulawesi Utara, sebelum mengakhiri hidupnya.

EG mengaku KJA sempat mengirim pesan kepadanya sekitar pukul 23.30 Wita. Tapi, KJA pula yang kemudian menghapusnya. Sekitar 1,5 jam kemudian, EG mendapat kabar KJA sudah meninggal dunia.

Perbuatan nekad KJA dia lakukan pada Rabu 12 Agustus 2026 dinihari di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 01.00 Wita. Setelah menerima informasi, piket SPKT Polresta Manado bersama SPK Polsek Mapanget langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Mapanget Ipda Victory Somba, personel kepolisian  tiba di lokasi sekitar pukul 01.30 Wita. Petugas kemudian melakukan olah TKP, dokumentasi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis untuk memastikan proses pemeriksaan di lokasi berjalan sesuai prosedur.

Korban pertama kali ditemukan orang tuanya yang saat itu baru tiba di rumah. Saat dilakukan pengecekan, korban tidak berada di kamarnya.

Orang tua korban kemudian melihat kamar yang terkunci dari dalam dan mencoba membukanya, namun tidak berhasil.

Saat melihat melalui jendela, orang tua korban terkejut mendapati korban berada dalam kondisi tergantung di dalam kamar.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terkait penyebab pasti kematian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum menyimpulkan penyebab kematian korban.

Kapolsek Mapanget Iptu Jodie F. Kairupan mengatakan, personel langsung mengamankan TKP dan melakukan pemeriksaan awal setelah menerima laporan penemuan korban.

“Personel langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP, melakukan olah TKP dan dokumentasi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis. Untuk penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan, berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, korban selama ini tidak diketahui memiliki permasalahan di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

"Semua informasi dan temuan di TKP masih kami dalami. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuat kesimpulan sendiri terkait peristiwa ini dan menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian," tambahnya.

Saat ini, penanganan perkara masih dilakukan oleh Polsek Mapanget bersama personel Polresta Manado. Hasil olah TKP dan keterangan para saksi akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top