Jarak Pandang di Sampit Tinggal 15 Meter, Begini Situasi Terkini Karhutla di Kotawaringin Timur

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:32:33 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kondisi kabut asap yang membuat jarak pandang menurun tajam di Kota Sampit, tak lepas dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan. Bagaimana kondisi karhutla kini?

Kebakaran hutan dan lahan membuat jarak pandang kini tersisa 15 meter di sebagian titik Kota Sampit. Kondisi itu terjadi pada Selasa 18 Agustus 2026 pagi. Kabut asap kembali mengepung sejumlah kawasan di Kota Sampit, membuat jarak pandang menjadi susut.

Di lapangan, tim gabungan masih berjibaku menangani sejumlah titik karhutla.

Berdasarkan laporan cepat Pusdalops PB Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan BPBD Kotawaringin Timur hingga Senin (17/8/2026) malam, pemadaman, pendinginan dan pembuatan sekat bakar masih dilakukan di beberapa lokasi.

Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, penanganan dilakukan di kawasan Jalan Kaca Piring, Jalan Mohammad Hatta, Lingkar Selatan, Jalan Jenderal Sudirman hingga sejumlah kawasan yang berdekatan dengan permukiman.

"Di Jalan Kaca Piring, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai sekitar enam hektare. Sebagian area telah berhasil dipadamkan, namun asap masih ditemukan di sejumlah titik," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Pasir Putih. Di kawasan Perumahan Bina Karya Permai, api telah dipadamkan tetapi sejumlah bagian masih berasap dan berpotensi kembali menyala akibat angin kencang.

Penanganan juga dilakukan di Kecamatan Pasir Putih. Di kawasan Perumahan Bina Karya Permai, api telah dipadamkan namun masih berasap dan berpotensi kembali menyala akibat angin kencang.

Sementara di kawasan Wisata Danau Biru, sebagian api telah padam, tetapi bagian tengah lokasi masih dilaporkan aktif.

Di Kecamatan Baamang, tim juga masih melakukan penanganan di Kelurahan Baamang Hulu, kawasan Jalan Sagonta. Sejumlah titik membutuhkan pemadaman lanjutan serta pembuatan sekat bakar agar api tidak kembali menjalar.

Kabut asap yang kembali muncul menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Ketika jarak pandang menurun, risiko kecelakaan meningkat. Ketika asap masuk ke ruang hidup warga, gangguan pernapasan pun menjadi ancaman. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top