Tragedi Bunuh Diri Dokter Icha, Tiga Legislator DPRD TTU Ini Naik Status Jadi Tersangka

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:06:38 WIB

KALAMANTHANA, Kupang – Kasus intimidasi yang menyulut dokter Eliza Princila Ututu Pakaenoni alias dokter Icha menunjukkan titik terang. Tiga legislator DPRD Timor Tengah Utara jadi tersangka.

Penetapan status tersangka itu dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda NTT yang menangani perkara dokter Icha itu setelah melakukan gelar perkara.

Penyidik Ditreskrimum Polda NTT menetapkan mereka sebagai tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap dokter Icha.

Direktur Ditreskrimum Polda NTT Kombes Ricardo Condrat Yusuf di Kupang, Rabu, mengatakan tiga dari empat terlapor ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

“Sudah digelar perkara dan sepakat tiga dari empat terlapor naik jadi tersangka,” kata Ricardo.

Ricardo belum menjelaskan secara rinci konstruksi perkara maupun pasal yang disangkakan kepada ketiga tersangka.

Ia juga belum menyebutkan identitas tiga anggota DPRD TTU yang ditetapkan sebagai tersangka serta alasan satu terlapor lainnya tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Tetapi, sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda NTT memeriksa empat terlapor, yakni tiga anggota DPRD TTU berinisial VL, NT, dan TL, serta seorang dokter hewan berstatus ASN, yakni MMS.

Ricardo memastikan penyidik akan mengumumkan secara resmi perkembangan perkara tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga dokter Icha, Victor Manbait, mengatakan berdasarkan pemberitahuan perkembangan penyidikan yang diterima keluarga, tiga anggota DPRD TTU yang ditetapkan sebagai tersangka ialah Thernsius Lasakar, Nubertuss Tubani, dan Veronika Lake.

Menurut Victor, penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Nomor B/516/VII/2026/Ditreskrimum yang diterima ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni.

Sebelumnya diberitakan, dokter Icha diduga mendapat intimidasi dari sejumlah anggota DPRD TTU ketika menangani pasien dalam kondisi darurat yang merupakan keluarga salah satu anggota dewan tersebut.

Dokter Icha kemudian ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Sebelum meninggal, dokter tersebut telah melaporkan dugaan intimidasi itu kepada DPRD TTU, tetapi tidak mendapat tanggapan. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top