Pertamina Kerek Naik Harga BBM Diesel, Warga Sampit Teriak: Berat.....Berat.....

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 01 September 2026 | 10:19:46 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Selasa (1/9/2026) menjadi perhatian warga Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kenaikan paling terasa terjadi pada BBM jenis diesel, dengan harga Dexlite melonjak Rp4.050 per liter dan Pertamina DEX naik Rp4.100 per liter.

Kenaikan harga tersebut berlaku mulai pukul 00.00 WIB di seluruh lembaga penyalur di wilayah Kalimantan Tengah. Harga Dexlite kini mencapai Rp24.200 per liter, sedangkan Pertamina DEX dipatok Rp25.750 per liter.

Kenaikan lebih dari Rp4.000 per liter dinilai cukup signifikan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan berbahan bakar diesel untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun kegiatan usaha.

Warga Sampit, Sanah, mengatakan kenaikan harga BBM tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya biaya ketika mengisi bahan bakar. Ia justru mengkhawatirkan munculnya dampak lanjutan terhadap biaya transportasi dan harga berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kalau BBM naik cukup tinggi seperti ini, yang dikhawatirkan harga barang juga ikut naik. Masyarakat tentu akan semakin terbebani,” ujar Sanah, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi dirasakan lebih luas apabila biaya operasional kendaraan angkutan ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi distribusi barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya hingga akhirnya berdampak pada harga yang dibayar konsumen.

“Bukan hanya orang yang memakai Dexlite yang terkena dampaknya. Kalau ongkos angkutan naik, harga barang di toko atau pasar bisa ikut menyesuaikan,” katanya.

Sanah berharap pemerintah tetap memperhatikan kondisi masyarakat agar kenaikan harga BBM tidak berkembang menjadi persoalan baru. Terutama apabila kenaikan biaya transportasi kemudian diikuti kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, penyesuaian harga kali ini tidak terjadi pada seluruh jenis BBM. Pertamax Turbo naik Rp1.300 menjadi Rp20.000 per liter. Sementara harga Pertamax tetap Rp16.300 per liter dan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.

Dengan demikian, kenaikan paling besar berada pada BBM diesel. Dexlite yang sebelumnya Rp20.150 per liter kini menjadi Rp24.200 per liter. Sedangkan Pertamina DEX yang sebelumnya Rp21.650 per liter naik menjadi Rp25.750 per liter.

Besarnya kenaikan tersebut membuat pengguna BBM diesel harus menyiapkan anggaran lebih besar setiap kali mengisi bahan bakar. Bagi kendaraan yang memiliki mobilitas tinggi, tambahan biaya tersebut dapat terakumulasi cukup besar dalam satu bulan.

Kondisi itu juga menjadi perhatian karena BBM merupakan salah satu komponen penting dalam biaya operasional transportasi dan distribusi. Jika biaya tersebut meningkat, pelaku usaha berpotensi melakukan penyesuaian untuk menutup tambahan pengeluaran.

Masyarakat pun berharap kenaikan harga BBM tidak kemudian menjadi pemicu kenaikan berantai terhadap ongkos angkutan dan kebutuhan pokok.

Bagi warga Sampit seperti Sanah, persoalan utamanya bukan semata harga BBM yang berubah, tetapi bagaimana dampak kenaikan tersebut terhadap pengeluaran masyarakat secara keseluruhan.

“Harapannya jangan sampai setelah BBM naik, kebutuhan lain ikut naik. Masyarakat pasti akan semakin berat kalau semuanya naik,” ujarnya.

Dengan berlakunya harga baru sejak hari ini, warga pengguna BBM nonsubsidi harus kembali menyesuaikan pengeluaran. Sementara masyarakat lainnya kini menunggu apakah kenaikan harga BBM tersebut akan berdampak terhadap biaya transportasi maupun harga barang di pasaran. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top