Atasi Keterbatasan Alat Karhutla, Ketua DPRD Barut Usul Kolaborasi dengan Perusahaan Swasta

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 15 September 2026 | 18:40:47 WIB
Ketua DPRD Barito Utara Mery Rukaini menghadiri rapat koordinasi (Rakor) penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Teweh Selatan.

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Mery Rukaini, menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini melanda sejumlah wilayah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026).

Mery Rukaini mengatakan, kondisi karhutla dan kabut asap yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak.

Ia menilai keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala utama di lapangan, terlebih sejumlah titik api berada jauh dari akses jalan utama sehingga menyulitkan tim pemadam menjangkau lokasi.

“Titik-titik api yang terdapat di lahan terbakar itu lokasinya sangat jauh dari akses jalan. Kita harus membuat sekat bakar, sementara alat-alat operasional yang kita miliki sangat terbatas,” ungkap Mery.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, politisi Partai Demokrat ini mendukung usulan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah setempat.

Menurutnya, dukungan perusahaan hendaknya tidak sebatas peminjaman unit peralatan pemadaman, tetapi juga menyertakan personel dan operator yang mahir mengoperasikan alat berat di lapangan.

“Seandainya Pak Bupati bersama perusahaan-perusahaan di Barito Utara bisa melakukan skema pinjam pakai alat, lengkap dengan personel dan operatornya, tentu akan sangat membantu. Jadi bukan sekadar meminjamkan alat saja,” tegasnya.

Selain dukungan armada dan peralatan, Mery juga menyambut baik wacana penerbitan maklumat bersama serta langkah tegas lainnya untuk memperkuat upaya pencegahan. Hal ini dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada oknum masyarakat yang masih nekat membakar lahan secara sembarangan.

Ia menekankan bahwa langkah pencegahan harus digencarkan secara bersama-sama, khususnya pada area yang selama ini teridentifikasi sebagai pemetaan titik rawan kebakaran.

Meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) dalam beberapa hari terakhir, lanjut Mery, harus menjadi perhatian serius seluruh elemen. Pemda, TNI, Polri, DPRD, sektor swasta, dan masyarakat luas diimbau untuk memperkuat koordinasi agar kebakaran tidak meluas.

“Marilah kita bersama-sama memikirkan solusi penanggulangan hal ini,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan karhutla bukan hanya terjadi di Barito Utara, melainkan telah menjadi tantangan bersama di hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

“Karhutla ini bukan terjadi di daerah kita saja. Hampir setiap kabupaten di Kalimantan Tengah saat ini sudah menjadikannya isu sentral,” pungkas Mery. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top