KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Musibah kebakaran permukiman yang melanda Desa Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, mendapat perhatian Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno. Bupati turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Rabu (14/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Wiyatno didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Usis I Sangkai dan sejumlah kepala perangkat daerah. Setibanya di lokasi, rombongan langsung menemui warga yang terdampak kebakaran di lingkungan RT 4 dan RT 5.

Pada kesempatan itu, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan berupa paket bahan pokok, kasur, mi instan, serta berbagai kebutuhan lainnya untuk membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Camat Kapuas Murung Akhmad Kurnadi dalam laporannya menyampaikan, kebakaran terjadi pada, Selasa (13/10/2026) malam, sekitar pukul 10.30 WIB dan menghanguskan 19 unit rumah warga.
“Jumlah rumah yang terbakar ada 19 rumah. Rusak berat 14 rumah dan rusak ringan lima rumah. Jumlah kepala keluarga 24 atau 72 jiwa,” ungkapnya.
Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga Desa Palingkau Baru tersebut. Ia berharap para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menyiapkan bantuan uang tunai bagi warga terdampak sesuai dengan tingkat kerusakan rumah. Untuk rumah dengan kategori rusak berat, bantuan yang diberikan sebesar Rp30 juta.
“Saya harapkan bantuan tunai ini dalam satu atau dua minggu ke depan sudah bisa dicairkan, sehingga masyarakat di Palingkau yang terkena musibah ini bisa secepatnya membangun rumah,” kata Wiyatno.

Wiyatno juga meminta camat bersama pemerintah desa mengoordinasikan warga untuk bergotong royong membangun kembali rumah yang terbakar. Bantuan uang tunai dari pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan bangunan, sehingga proses pembangunan bisa segera dilakukan.
“Saya berharap pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat secara bersama-sama, sehingga dalam satu atau dua minggu ke depan rumah sudah bisa terbangun,” harapnya.
Terkait bantuan bahan pokok dan kebutuhan lainnya, Wiyatno berharap bantuan yang disalurkan pemerintah daerah dapat bermanfaat bagi warga terdampak, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascakebakaran.
Ia juga berharap melalui dukungan pemerintah daerah dan semangat gotong royong masyarakat, warga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera kembali menempati rumah yang layak. (fan)