Jalan HM Arsyad Sampit Segera Diperbaiki, Anggaran Rp10 Miliar

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:21:00 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid meninjau kondisi Jl. HM. Arsyad Sampit

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan segera membenahi kerusakan parah ruas Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Sampit dan Samuda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Anggaran sebesar Rp10 miliar telah disiapkan untuk memulihkan jalur logistik tersebut, sekaligus merespons keluhan warga yang cemas akibat seringnya kecelakaan lalu lintas.

Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, usai rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Kamis (10/7/2026). Menurutnya, proyek tersebut kini memasuki tahap lelang.

“Sudah teranggarkan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, kita tunggu saja,” tutur Hafid, yang juga Ketua DPD PAN Kotim, Minggu (12/7/2026).

Hafid menambahkan, proses tender saat ini berada pada masa sanggah. Bila seluruh tahapan administrasi berjalan lancar, pekerjaan konstruksi diproyeksikan dimulai pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026.

“Dari keterangan Dinas PUPR dalam rapat tersebut, kegiatan itu sudah dilelang, namun masih ada yang menyanggah. Mereka (Dinas PUPR) memastikan pertengahan Juli atau awal Agustus sudah mulai dikerjakan,” imbuhnya.

Jalan HM Arsyad merupakan penghubung vital Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan. Di sepanjang jalur, pengguna jalan menjumpai lubang menganga, aspal mengelupas, dan permukaan jalan bergelombang. Kecelakaan di kawasan Sampit–Samuda kerap berulang, bahkan sebagian menelan korban jiwa. Risiko kian tinggi saat hujan karena genangan air menyamarkan kedalaman lubang, ditambah lalu lalang truk bertonase besar setiap hari.

Rahman, pengendara motor yang rutin melintas, mengaku khawatir terutama saat malam. “Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil mencari jalan yang tidak berlubang,” ungkapnya.

Hafid mengimbau masyarakat ikut mengawasi pengerjaan agar hasilnya sesuai standar kualitas. “Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama,” tegas mantan Ketua PWI Kotim itu. (adt)

Reporter: Redaksi
Back to top