Seperti Persib vs Persija Saja, 1.200 Aparat Amankan Sidang Pencemaran Nama Baik Jokowi

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 05 November 2026 | 08:07:29 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Sidang persidangan kasus pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu sudah seperti laga Persib vs Persija saja. Tak kurang dari 1.200 personel gabungan mengamankannya.

Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dijadwalkan hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 5 November 2026 ini.

Jokowi hadir sebagai saksi untuk dua terdakwa. Pertama sidang perdana terdakwa Roy Suryo dan sidang lanjutan dengan terdakwa Dr Tifa.

Karena kehadiran Jokowi, pengamanan di area persidangan semakin diperketat. Tak kurang dari 1.200 personel gabungan dikerahkan mengamankannya. Angka itu menyerupai pengerahan pasukan pengamanan pertandingan sepak bola panas seperti laga Persib vs Persija.

“Dari pihak keamanan, kami menyiapkan sekitar 1.200 personel untuk mengamankan kawasan PN Jakarta Timur selama jalannya persidangan,” kata Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra di Jakarta, Kamis 5 November 2026.

Unsur gabungan tersebut terdiri dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur.

Menurut Andre, pengerahan personel gabungan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsungnya persidangan.

Apalagi, kehadiran Jokowi diperkirakan menarik perhatian masyarakat, termasuk massa dari dua kelompok yang memiliki pandangan berbeda.

Kedua kelompok tersebut yakni pendukung Jokowi dari organisasi Projo serta kelompok Roy Suryo dan kawan-kawan yang diperkirakan turut hadir di sekitar lokasi persidangan.

"Karena hari ini akan ada massa dua kubu baik dari Projo dan kubu Roy Suryo cs, jadi estimasi massa cukup banyak," ujar Andre.

Dia berharap, persiapan pengamanan ini dapat memberikan keamanan dan ketertiban seluruh rangkaian persidangan.

Selain itu, pengamanan tidak hanya difokuskan pada area gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk aktivitas masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian juga meminta dukungan masyarakat sekitar, terutama warga Perumahan Eramas 2000, untuk ikut menjaga situasi tetap aman selama pelaksanaan persidangan.

"Kami mohon doa dan kerja samanya kepada warga sekitar, khususnya Eramas 2000, agar kegiatan sidang berjalan aman, lancar, dan kondusif," ucap Andre.

Selain menyiapkan personel pengamanan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan, termasuk jumlah masyarakat yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan jalannya persidangan.

Andre menyebutkan rekayasa lalu lintas yang diterapkan bersifat situasional sehingga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi keamanan dan arus kendaraan di sekitar lokasi. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top