Jenazah Heri Prasetyo Ditemukan di Bangkai Helikopter MI-17 Jatuh di Seruyan

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 06 November 2026 | 20:52:25 WIB

KALAMANTHANA, Kuala Pembuang – Operasi pencarian korban jatuhnya Helikopter MI-17 Penerbad di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, akhirnya tuntas.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah kru terakhir, Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, di dalam bangkai helikopter yang tenggelam, Jumat 6 November 2026.

Penemuan tersebut mengakhiri pencarian terhadap delapan personel yang menjadi korban kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Jenazah Heri Prasetyo ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir.

Sebelum menemukan korban terakhir, tim gabungan telah lebih dahulu mengevakuasi tujuh personel lainnya. Dari total delapan kru, tiga prajurit TNI AD dinyatakan gugur, sedangkan lima personel lainnya mengalami luka-luka.

Ketiga prajurit yang gugur dalam insiden tersebut yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Helikopter MI-17 Penerbad tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla melalui metode water bombing. Misi itu dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Seruyan.

Setelah berhasil ditemukan, jenazah Heri kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Kuala Pembuang untuk menjalani proses lebih lanjut.

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat menyampaikan, seluruh tahapan pencarian dan evakuasi dapat dilaksanakan dengan dukungan lintas instansi. Kondisi alam di lokasi juga relatif mendukung proses operasi.

“Seluruh personel bekerja bersama dalam proses pencarian hingga evakuasi. Selama kegiatan berlangsung, cuaca cerah dan ombak relatif landai sehingga situasi di lokasi tetap aman serta kondusif,” tuturnya.

Dengan ditemukannya Heri, seluruh delapan kru Helikopter MI-17 yang mengalami kecelakaan tersebut telah berhasil ditemukan.

Namun, insiden saat menjalankan misi kemanusiaan itu menyisakan duka setelah tiga prajurit TNI AD gugur dalam tugas, sementara lima personel lainnya harus menjalani penanganan akibat luka-luka. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top