Jelang MTQH XXXIV Kalteng, Panitia Siapkan Toilet Portable hingga Atur Parkir dan UMKM

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 07 November 2026 | 14:15:36 WIB
Sasmita

KALAMANTHANA, Kasongan – Untuk menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Katingan pada 20 hingga 28 November 2026, panitia pelaksana dari berbagai bidang mulai mengintensifkan persiapan.

Salah satunya dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Katingan, Sasmita. Ia membawahi sejumlah bidang penting, mulai dari penyediaan toilet, pengaturan lokasi parkir dan juru parkir (jukir), stan pameran, lapak dagangan UMKM, hingga penyediaan area permainan anak sebagai sarana hiburan.

Saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan gotong royong Jum'at Beriman bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan Sport Center Kereng Humbang, Jumat pagi (6/11/2026), Sasmita menyatakan kesiapannya untuk membenahi fasilitas toilet di sekitar kawasan tersebut.

Bahkan, dinas yang dipimpinnya juga akan menambah fasilitas toilet portable yang akan diletakkan di bagian belakang panggung kegiatan. Langkah ini diambil agar para peserta dan pengunjung tidak perlu berjalan terlalu jauh saat hendak buang air kecil.

Ia menargetkan seluruh pembenahan dan penyediaan toilet tersebut rampung satu pekan sebelum hari pelaksanaan (H-1). "Sehingga, begitu hari H, semua peserta dan masyarakat bisa langsung menggunakan toilet tersebut," kata Sasmita.

Terkait pengelolaan parkir untuk pengunjung, peserta, tamu VIP, dan masyarakat umum, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak ketiga, seperti organisasi atau lembaga terkait. Meski pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga, Disbudparpora tetap memegang ketentuan perolehan retribusi sesuai dengan peraturan bupati (perbup).

"Terkait retribusi parkir ini, kami akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat," ujarnya.

Dalam penataannya, lanjut Sasmita, lokasi parkir akan dipetakan secara khusus. Kendaraan milik peserta, tamu VIP, dan panitia akan ditempatkan di area khusus yang tetap dijaga oleh jukir tanpa dikenakan biaya retribusi.

"Yang dipungut retribusi parkir nantinya hanya kendaraan para pengunjung saja," terangnya.

Sementara itu, untuk mengakomodasi para pelaku UMKM yang ingin berdagang sekaligus mempromosikan produk lokal, pihaknya telah memetakan area khusus di sekitar kawasan Sport Center. Pungutan biaya lapak dipastikan tidak akan memberatkan masyarakat.

"Meskipun pungutannya ringan bagi pelaku UMKM, lapak yang disediakan pada momen keagamaan ini untuk sementara diprioritaskan bagi pelaku UMKM lokal," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa stan pameran khusus untuk Pemerintah Provinsi Kalteng serta 14 kabupaten/kota se-Kalteng digratiskan tanpa dipungut biaya sepeser pun. (sly)

Reporter: Redaksi
Back to top