KALAMANTHANA, Sampit – Sekitar 4 hektare lahan gambut bercampur semak belukar terbakar di Jalan Amin Klaru, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa 23 Juni 2026 siang itu membuktikan karhutla begitu rentan terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sejak awal muncul, api dilaporkan cepat membesar karena kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar. Kobaran api baru diketahui saat siang hari dan langsung meluas sebelum tim gabungan tiba di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala serius, terutama akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

“Jarak titik api dari jalan utama sekitar 500 meter, sehingga mobil tangki tidak bisa masuk. Kami mengandalkan unit roda tiga, mesin alkon, serta peralatan portabel, dengan memanfaatkan air dari parit terdekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, begitu laporan diterima, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim langsung bergerak ke lokasi dan bergabung dengan unsur gabungan lainnya, termasuk TNI, relawan, serta perangkat kelurahan dan kecamatan.

Sedikitnya 14 personel BPBD dikerahkan untuk melakukan pemadaman di lapangan. Namun, kondisi lahan gambut yang menyimpan panas membuat api tidak mudah dipadamkan sepenuhnya.

Hingga sekitar pukul 17.02 WIB, petugas berhasil mengendalikan sekitar 75 persen area terdampak atau kurang lebih tiga hektare.

Meski demikian, sebagian titik api masih menyisakan bara api yang berpotensi menyala kembali jika tidak dilakukan pendinginan lanjutan.

“Karena hari sudah mulai gelap dan keterbatasan penerangan, pemadaman belum bisa diselesaikan total. Namun situasi sudah jauh lebih terkendali dan tidak ada perluasan area,” kata Multazam. (su)