KALAMANTHANA, Sampit – Dokter muda cemerlang Muhammad Zulfikar Drakel dimakamkan di Sampit, Kotawaringin Timur. Isak tangis pecah saat pemakamannya.

Muhammad Zulfikar Drakel, dokter internship itu meninggal dunia di Metro, Lampung, pada Selasa 21 Juli 2026 lalu. Jasadnya dipulangkan ke kampung halamannya di Sampit dan dimakamkan Kamis 23 Juli 2026.

Isak tangis mengiringi setiap langkah iring-iringan jenazah Muhammad Zulfikar Drakal menuju Tempat Pemakaman Muslimin di Jalan Manggis, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kepulangan pria berusia 25 tahun itu ke tanah kelahirannya bukan untuk melepas rindu, melainkan untuk mengantarnya menuju peristirahatan terakhir.

Suasana duka begitu terasa sejak ambulans yang membawa jenazah memasuki kawasan pemakaman. Ratusan pelayat telah menunggu. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga besar, kerabat, sahabat, rekan sejawat, hingga masyarakat yang mengenal sosok almarhum semasa hidup.

Wajah-wajah penuh kesedihan tampak mengiringi prosesi. Tak sedikit yang terdiam menatap peti jenazah, sementara yang lain tak mampu membendung air mata. Keheningan hanya sesekali dipecahkan lantunan doa yang dipanjatkan bersama.

Sebelumnya, jenazah Muhammad Zulfikar Drakal tiba di Bandara H Asan Sampit sekitar pukul 14.10 WIB setelah diterbangkan dari Lampung.

Dari bandara, jenazah dibawa menuju rumah duka di Jalan Kapten Mulyono agar keluarga dan kerabat dapat memberikan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.

Tak lama kemudian, iring-iringan bergerak menuju pemakaman. Sekitar pukul 15.20 WIB, prosesi pemakaman dimulai. Puluhan pelayat mengiringi langkah keluarga hingga ke bibir liang lahat. (su)