KALAMANTHANA, Sampit – Kawasan Stadion 29 Nopember Sampit, Kotawaringin Timur, menjadi sorotan warga. Ada sejumlah pasangan memanfaatkan berduaan di titik relatif sepi.

Padahal, fasilitas di Stadion 29 Nopember itu semestinya menjadi ruang olahraga dan aktivitas masyarakat.

Persoalan tersebut dinilai bukan hanya menyangkut perilaku pasangan, tetapi juga fungsi ruang publik. Terlebih, kawasan stadion cukup sering didatangi anak-anak dan remaja untuk berolahraga.

Warga setempat, Hairul, mengatakan keberadaan pasangan di kawasan stadion terutama di kawasan jogging track sebelah luar, sebenarnya bukan persoalan selama masih menjaga batas kepantasan.

Namun, menurutnya, menjadi berbeda ketika aktivitas pribadi dilakukan secara terbuka di tempat yang juga digunakan anak-anak.

“Kalau sekadar duduk atau ngobrol tentu tidak masalah. Yang membuat warga terganggu kalau sudah kelewatan dan dilakukan di tempat umum. Apalagi di sini banyak anak-anak,” kata Hairul, Sabtu (19/9/2029).

Menurutnya, beberapa bagian stadion yang minim aktivitas masyarakat membuat pengawasan menjadi tantangan. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuka peluang kawasan dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi fasilitas publik.

Hairul menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat sebagai urusan pribadi pasangan. Ketika dilakukan di ruang publik dan dapat disaksikan orang lain, menurutnya, sudah ada kepentingan masyarakat yang ikut terdampak.

“Ini fasilitas umum. Orang datang ke sini untuk olahraga, orang tua membawa anak. Jadi suasananya juga harus dijaga. Jangan sampai ruang yang seharusnya nyaman malah membuat orang tua khawatir,” ujarnya.

Ia berharap pengelolaan kawasan stadion tidak hanya berfokus pada kebersihan dan fasilitas olahraga, tetapi juga memperhatikan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung.

“Tidak perlu menunggu sampai ada kejadian besar. Pengawasan rutin saja sudah cukup untuk mengingatkan kalau ada yang mulai melampaui batas,” katanya.

Selain pengawasan langsung, Hairul menyarankan pemasangan CCTV di titik-titik yang selama ini minim pengawasan. Menurutnya, kamera pengawas dapat membantu memantau kondisi kawasan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Ia berharap Stadion 29 Nopember tetap menjadi ruang publik yang dapat digunakan semua kalangan tanpa menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi orang tua yang membawa anak-anak berolahraga. (su)