KALAMANTHANA, Kuala Kapuas  – Pemadaman listrik bergilir di wilayah Kapuas masih terus berlanjut meskipun PT PLN UID Kalselteng sebelumnya menyatakan penghentian pemadaman ditargetkan mulai 5 Agustus 2026. Kondisi ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun.  

“Kami mempertanyakan mengapa pemadaman bergilir masih terjadi, padahal pihak PLN UID Kalselteng telah menyampaikan bahwa target berakhirnya pemadaman adalah pada 5 Agustus 2026 dan tidak mengalami perubahan sebagaimana diberitakan di berbagai media,” ujarnya di Kuala Kapuas, Rabu (5/8/2026).  

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan masyarakat berharap pasokan listrik kembali normal sesuai target. Namun hingga Rabu (5/8), sejumlah wilayah di Kapuas masih mengalami pemadaman bergilir yang mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha, pendidikan, dan pelayanan publik.  

Lisna menilai kondisi tersebut menimbulkan kebingungan karena informasi yang diterima tidak sejalan dengan fakta di lapangan. DPRD meminta PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan serta kepastian waktu normalisasi pasokan listrik.  

Sementara itu, PLN ULP Kapuas sebelumnya mengumumkan jadwal pemadaman bergilir dengan alasan adanya gangguan sistem kelistrikan. Pemadaman dilakukan bergantian di sejumlah wilayah sebagai upaya menjaga keandalan sistem selama proses penanganan berlangsung.  

Lisna berharap gangguan segera diatasi agar masyarakat tidak lagi terdampak pemadaman berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang jelas, akurat, dan tepat waktu dari PLN kepada pelanggan. “Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya dan memiliki kepastian terkait jadwal pemulihan layanan listrik,” tegasnya.  

DPRD Kapuas memastikan akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong PLN segera menuntaskan gangguan kelistrikan agar pelayanan kembali normal sesuai target yang telah disampaikan. (fan).