KALAMANTHANA, Sampit – Kebakaran yang terjadi di Jalan Muchran Ali Gang Atarbiyah, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyisakan kerugian material sekitar Rp100 juta.

Kobaran api pada Sabtu 15 Agustus 2026 menghanguskan satu bangunan semi permanen dan membuat empat bangunan lainnya ikut terdampak. Lokasi kejadian berada di kawasan permukiman dan tidak jauh dari SDN 2 Baamang Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.05 WIB. Api yang muncul dari salah satu bangunan dengan cepat membesar sehingga membuat warga sekitar geger. Kepulan asap dan kobaran api terlihat dari sekitar lokasi.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berdatangan. Sebagian warga berupaya membantu mengendalikan api sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Laporan kemudian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim. Petugas bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan tiga armada, yakni Mobil Tangki Pemadam Kebakaran 13 serta Mobil Unit Pemadam Kebakaran 05 dan 06.

Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan petugas langsung memprioritaskan penguasaan titik api untuk mencegah kobaran merambat.

“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi. Kondisi api saat itu cukup besar, sehingga langkah pertama yang dilakukan adalah menguasai titik api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke bangunan di sekitarnya,” kata Hery.

Bangunan yang terbakar diketahui milik Rokayah dengan konstruksi semi permanen berukuran sekitar 5 x 12 meter.

Petugas berhasil melokalisir api sekitar pukul 21.17 WIB. Setelah kobaran utama dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pemeriksaan di sekitar bangunan.

“Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, petugas langsung melakukan penyisiran dan pendinginan. Kami memastikan setiap bagian yang berpotensi masih menyimpan bara diperiksa agar tidak kembali memicu kebakaran,” ujarnya.

Pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 21.55 WIB. Setelah kondisi dinyatakan aman, operasi penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 22.16 WIB.

Kebakaran tersebut menyebabkan satu bangunan ludes terbakar, sedangkan empat bangunan lainnya ikut terdampak.

“Dari hasil penanganan sementara, satu bangunan terbakar dan empat bangunan lainnya terdampak. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp100 juta, sedangkan untuk korban jiwa maupun luka tidak ada,” jelas Hery.

Penanganan di lokasi turut mendapat dukungan Satlantas Polres Kotim, Polsek Baamang, Satpol PP, PMI Kotim, Redkar, relawan pemadam kebakaran serta masyarakat peduli api.

Setelah seluruh titik dipastikan aman, personel dan armada meninggalkan lokasi. Armada Disdamkarmat kemudian kembali ke Markas Komando dan tiba sekitar pukul 22.27 WIB.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan sumber awal munculnya api.

Tidak adanya korban jiwa maupun luka menjadi kabar baik di tengah kerugian material yang ditimbulkan. Cepatnya penanganan petugas juga membuat kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan permukiman.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan yang memiliki bangunan berdekatan. (su)