KALAMANTHANA, Palangka Raya  – Nuansa budaya dan pesan pembangunan berkelanjutan tampil menonjol dalam mobil hias milik Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Tengah pada Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 202. Mengusung tema “Merajut Budaya, Menguatkan Inovasi, Membangun Masa Depan”, Bapperida menghadirkan perpaduan visual antara identitas budaya Dayak dan semangat pembangunan daerah.  

Miniatur Rumah Betang yang dipikul dua sosok manusia menjadi elemen utama desain mobil hias. Simbol ini menggambarkan kebersamaan, gotong royong, dan sinergi pemerintah bersama masyarakat dalam membangun Kalteng yang maju dan berkelanjutan. Rumah Betang juga merepresentasikan persatuan dalam keberagaman serta kehidupan harmonis di tengah masyarakat.  

Selain itu, ornamen Talawang ditampilkan sebagai simbol perlindungan, kekuatan, dan keteguhan menjaga identitas budaya. Ukiran tradisional pada Talawang mencerminkan nilai keberanian dan warisan leluhur yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.  

Burung Tingang turut dihadirkan sebagai lambang kehormatan, kebijaksanaan, dan harapan masa depan yang bermartabat. Filosofi burung khas Dayak itu menggambarkan arah pembangunan yang terus maju dan berdaya saing tanpa meninggalkan akar budaya serta kearifan lokal.  

Kehadiran mobil hias Bapperida dalam FBIM 2026 menjadi simbol sinergi antara budaya dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga identitas lokal sambil mendorong inovasi demi masa depan Kalimantan Tengah. (Mit).