KALAMANTHANA, Tamiang Layang - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Barito Timur yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan data wilayah dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Dalam distribusinya, Pemprov Kalteng menggandeng Perumdam Tirta Janang, RGB-33, serta pihak swasta yang memiliki armada mobil tangki.

Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk, mengatakan bantuan air bersih dari Pemprov Kalteng telah mulai didistribusikan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak yang memiliki armada dan kemampuan pendistribusian.

“Sudah berjalan, pemerintah provinsi bekerja sama langsung dengan PDAM (Perumdam Tirta Janang), RGB-33 dan pihak swasta yang punya mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Yumail, Kamis (3/9/2026).

Ia meminta pemerintah desa yang wilayahnya mengalami kesulitan air bersih segera berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Janang. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan air di masing-masing wilayah dapat dihimpun dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme distribusi.

“Silakan kepala desa yang wilayahnya mengalami kesulitan air bersih berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Janang terkait mekanisme pendistribusian bantuan air bersih,” ujarnya.

Perumdam Tirta Janang Ikut Distribusikan Bantuan

Direktur Perumdam Tirta Janang, Murnianson, membenarkan keterlibatan pihaknya dalam pendistribusian bantuan air bersih yang bersumber dari Pemprov Kalteng.

Menurutnya, Perumdam Tirta Janang bersama RGB-33 menjalankan distribusi berdasarkan data wilayah dan penerima manfaat yang disampaikan pemerintah provinsi.

“Perumdam Tirta Janang bersama RGB-33 diberi tanggung jawab untuk mendistribusikan bantuan air bersih dari pemerintah provinsi sesuai dengan data yang diberikan oleh pemerintah provinsi,” katanya.

Selain menjalankan distribusi bantuan pemerintah, Perumdam Tirta Janang juga mengerahkan armada mobil tangki untuk melayani pelanggan yang jaringan perpipaannya belum mendapatkan aliran air.

Layanan tersebut menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan air bagi pelanggan yang belum memperoleh pasokan melalui jaringan perpipaan.

Murnianson menjelaskan, layanan mobil tangki juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial, kegiatan nonbantuan pemerintah maupun acara berskala besar.

Namun, untuk permintaan tersebut, pemohon dikenakan biaya sesuai tarif yang berlaku.

“Permintaan air untuk tujuan komersial atau non bantuan pemerintah atau acara besar, bisa kami layani juga tapi dikenakan biaya sesuai tarif yang berlaku,” jelasnya.

27 Desa di 9 Kecamatan Kesulitan Air

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Sosial (DPMDSos) Kabupaten Barito Timur, kesulitan air bersih terjadi di sejumlah desa yang tersebar di sembilan kecamatan.

Plt Kepala DPMDSos Barito Timur, Osa Awatanu, menyebut terdapat 27 desa yang masuk dalam data wilayah mengalami kesulitan air bersih.

Ia menegaskan, data tersebut menggambarkan wilayah yang menghadapi persoalan ketersediaan air dan tidak serta-merta berarti seluruh desa telah menerima bantuan dari Pemprov Kalteng.

“Data hingga saat ini ada 27 desa dari 9 kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih,” ungkap Osa.

Ia merinci, Kecamatan Paju Epat menjadi wilayah dengan jumlah desa yang mengalami kesulitan air bersih terbanyak, yakni enam desa.

Kemudian Kecamatan Paku sebanyak lima desa, Pematang Karau empat desa, Raren Batuah empat desa, Dusun Tengah tiga desa, Karusen Janang dua desa, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Awang, Patangkep Tutui dan Dusun Timur.

Dengan kondisi tersebut, distribusi air menggunakan mobil tangki menjadi salah satu langkah cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai terbatas.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan terus melakukan pemetaan kebutuhan secara berkala. Langkah tersebut penting agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (Anigoru).