KALAMANTHANA, Sampit – Sepekan berlalu. Hingga kini, keluarga Helianto (55) dan Novika Liana (43) terngiang komunikasi terputus dengan korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 itu.

Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, sudah seminggu berlangsung. Waktu seolah berhenti bagi keluarga korban, Helianto dan Novika Liana, sejak komunikasi terakhir dengan pasanan suami-istri asal Kotawaringin Timur itu terputus.

Hingga Sabtu (19/9/2026), keberadaan Helianto dan Novika masih belum diketahui. Keduanya merupakan penumpang KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sebelum mengalami musibah pada Minggu dini hari (13/9/2026).

Di tengah proses pencarian, keluarga masih menggantungkan harapan pada setiap informasi yang datang dari lokasi kejadian. Terlebih, mereka masih mengingat jelas percakapan terakhir sebelum pasangan tersebut tidak lagi memberikan kabar.

Helianto diketahui sempat menghubungi kerabatnya di Banjarmasin sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam komunikasi itu, ia menyampaikan kondisi kapal yang sudah dalam keadaan miring.

Tidak lama kemudian, Novika juga sempat menghubungi anaknya. Percakapan tersebut berlangsung dalam suasana genting. Novika meminta keluarganya untuk mendoakan mereka.

Bagi keluarga, pesan singkat tersebut kini menjadi kenangan sekaligus harapan. Mereka terus menunggu kemungkinan adanya kabar dari proses pencarian yang dilakukan di lokasi musibah.

Sejumlah penumpang KM Virgo Transport 8 telah berhasil dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, Helianto dan Novika hingga kini masih menjadi dua nama yang dinantikan kepulangannya oleh keluarga.

Sepekan tanpa kabar membuat keluarga berharap pencarian terhadap keduanya terus dilakukan secara maksimal.

Mereka juga berharap setiap informasi dari lapangan dapat segera disampaikan sehingga tidak menambah ketidakpastian yang dirasakan keluarga.

Bagi keluarga, harapan itu kini sederhana. Mereka ingin kembali mendapatkan kabar tentang Helianto dan Novika setelah pesan terakhir pada dini hari 13 September lalu menjadi komunikasi terakhir yang mereka terima.

“Semoga mereka segera ditemukan dan kami bisa mendapatkan kepastian. Kami terus mendoakan dan menunggu kabar dari pencarian,” sebut Wahito Fajriannor, anggota DPRD Kotawaringin Timur yang juga merupakan kerabat korban. (su)