KALAMANTHANA, Muara Teweh – Berpulangnya Nadalsyah meninggalkan duka mendalam bagi warga Barito Utara. Dia sukses membangun Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Nadalsyah dikenal sebagai mantan Bupati Barito Utara yang menjabat selama dua periode. Dia memimpin Bumi Iya Mulik Bengkang Turan pada 2013-2018 dan 2018-2023.
Selama 10 tahun memimpin Barito Utara, dia mampu menghadirkan pembangunan yang hingga kini jadi fenomenal di kampung halamannya itu.
Tak hanya membangun fasilitas-fasilitas baru di Barito Utara, dia tak menggerus keberhasilan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Karya bupati sebelumnya, dia rawat dan pelihara dengan baik.
Sebutlah misalnya Stadion Swakarya, Arena Terbuka Tiara Batara, Tugu Panglima Batur, Rumah Sakit, Puskesmas, Taman, dan Bundaran yang ada di dalam dan di luar Kota Muara Teweh dan masih banyak lainnya.
Selama 10 tahun memimpin Barito Utara, setidaknya ada empat legacy yang cukup fenomenal dia tinggalkan di Bumi Iyak Mulik Bengkang Turan.
1.Bandara H Muhammad Sidik
Nadalsyah berhasil menuntaskan pembangunan bandara modern di Trinsing, Barito Utara. Bandara itu kemudian diberi nama H Muhammad Sidik.
Bandara baru tersebut membuka konektivitas udara Barito Utara ke luar daerah. Digunakan sebagai jalur penerbangan menuju Banjarmasin dan Palangka Raya.
Pada masa kepemimpinannya, Koyem berhasil meneruskan pembangunan bandar udara HM Sidik yang sempat tertunda hingga selesai.
2.RSUD Muara Teweh
Nadalsyah berhasil melakukan renovasi total Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh. Melalui tangan dinginnya, RSUD Muara Teweh kini menjadi fasilitas kesehatan andalan di Barito Utara.
Nadalsyah tak hanya membangun rumah sakit dengan bangunan bertingkat. Dia juga menghadirkan fasilitas dan alat kesehatan yang lebih mumpuni.
Tak heran jika RSUD Muara Teweh kini menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan di DAS Barito.
3.Jembatan Pangulu Iban
Jembatan ini merupakan salah satu infrastruktur ikonik Barito Utara. Jembatan berdiri di atas Sungai Barito, menghubungkan Muara Teweh dengan Kelurahan Jingah dan Jambu di Kecamatan Teweh Baru.
Pembangunan jembatan ini memakan waktu yang cukup panjang, dikerjakan dalam 6 tahap, mulai dari tahun 2015 hingga selesai pada tahun 2021.
Untuk membangun jembatan tersebut, Nadalsyah menggelontorkan anggaran tak kurang dari Rp104,7 miliar. Dia meresmikannya pada 2 Desember 2021.
4.Islamic Center Muara Teweh
Islamic Center Muara Teweh merupakan pusat syiar Islam, edukasi, sekaligus ikon wisata religi megah yang terletak di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Barito Utara.
Pusat utama bangunan ini adalah Masjid H Muhammad Sidik. Penamaan masjid ini mengambil dari nama Muhammad Siddik, ayah Nadalsyah.
Proyek raksasa ini, istimewanya, tidak menggunakan dana APBD Kabupaten Barito Utara. Semua anggaran, mulai dari pembebasan lahan sejak 2014, murni didanai oleh keluarga besar Nadalsyah. (*)