GDAN Apresiasi Sekaligus Tantang Polres Seruyan Tangkap Bandar Besar Sabu-sabu

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22:56 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN ) mengapresiasi Satresnarkoba Polres Seruyan yang menangkap pengedar narkoba. Namun, mereka juga menantang agar bandar besar juga ditangkap.

Sekjen GDAN, Ari Yunus Hendrawan kepada wartawan, Selasa 5 Mei 2026, salah satunya mempertanyakan belum diungkapnya dugaan peredaran narkoba di Jalan Ais Nasution, Kampung Fatimah, Desa Sungai Undang, Kuala Pembuang.

Padahal, GDAN sendiri sudah melaporkan lengkap dengan video aktivitas dugaan peredaran sabu-sabu tersebut. “Sampai sekarang belum ada yang ditangkap,” kata Ari.

Ari menjelaskan pada 20 April lalu, pihaknya sudah mengirim laporan informasi beserta video aktivitas dugaan peredaran sabu-sabu ke Polres Seruyan.

“Laporan informasi beserta video dugaan peredaran sabu-sabu langsung saya kirim ke nomor Kapolres Seruyan melalui pesan Whatsapp,” tegas Ari.

Dia menegaskan, berdasarkan informasi masyarakat Ke GDAN,  terduga bandar sabu-sabu yang juga mantan residivis kasus narkoba tersebut, yang berinisial T “kebal hukum”, dan sampai saat ini tidak tersentuh hukum.

“Masyarakat menginformasikan kepada GDAN, T tidak tersentuh hukum,” tuturnya.

Ari mengingatkan aparat Polres Seruyan jangan tebang pilih dalam penindakan terhadap para bandar-pengedar narkoba yang keberadaan mereka sangat merusak tatanan kehidupan.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Seruyan, Angga, kepada wartawan beberapa waktu lalu menegaskan pihaknya mendukung langkah GDAN memerangi narkoba di bumi Gawi Hatantiring. Dia berharap kehadiran GDAN ikut mengontrol  langkah hukum dalam penindakan kasus peredaran narkoba.

“DAD Seruyan tidak suka apabila peredaran narkoba, dilindungi oleh oknum aparat, dan ketika ada penangkapan jangan hanya pengedar, atau  bandar yang kecil-kecil saja,” tegas Angga.

Angga mendukung GDAN melaporkan jika ada oknum aparat yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba sehingga ada efek jera. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top