Ekskavator Diterjunkan, Drainase Kota Sampit Mulai Dinormalisasi di Sejumlah Titik

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07:27 WIB
Ekskavator diturunkan untuk mempercepat proses pengerukan saluran drainase yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur serta penumpukan sampah di Kota Sampit.

KALAMANTHANA, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan penanganan serius terhadap persoalan genangan yang kerap terjadi di Kota Sampit saat musim hujan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan normalisasi drainase dengan menerjunkan alat berat di sejumlah titik prioritas.

Tiga unit ekskavator diturunkan untuk mempercepat proses pengerukan saluran drainase yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur serta penumpukan sampah. Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi langganan genangan air.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama mengatakan, langkah ini merupakan upaya cepat pemerintah daerah dalam mengurangi risiko banjir perkotaan.

“Normalisasi kita lakukan di beberapa titik yang mengalami pendangkalan cukup parah. Ini untuk memastikan aliran air kembali lancar,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Adapun lokasi pengerjaan meliputi Jalan Dewi Sartika, kawasan ring drain Sei Mentawa, serta jalur Christopel Mihing. Ketiga titik tersebut dinilai memiliki peran penting dalam sistem aliran air Kota Sampit.

Menurut Mentana, kondisi drainase yang tidak optimal disebabkan oleh akumulasi lumpur dan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran air. Akibatnya, saat hujan deras, air mudah meluap ke badan jalan hingga memasuki kawasan permukiman warga.

“Karena itu pengerjaan kami lakukan dengan alat berat agar lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Selain melakukan pengerukan, petugas di lapangan juga membersihkan sampah yang menghambat aliran air. Pekerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di setiap lokasi.

Pemkab Kotim berharap, dengan adanya normalisasi ini, genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, perbaikan drainase juga diharapkan mampu memperpanjang usia infrastruktur jalan di wilayah perkotaan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air, agar fungsi drainase tetap optimal dan tidak kembali mengalami penyumbatan. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top