Optimisme Industri Keuangan & Peran Inovasi Digital
Acara penghargaan ini turut memperlihatkan kondisi industri jasa keuangan yang tengah berada dalam tren positif. Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) kuartal I/2025 mencatat Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) di angka 66, yang mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap prospek tahun ini. Faktor pendorongnya antara lain adalah stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 10,30% secara tahunan (yoy) per Februari 2025 menjadi Rp 7.825 triliun.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana menerima penghargaan sebagai The Most Innovative Future Finance Awards 2025 for Improving Customer Experience and Enhancing CompetitiveAdvantages to the Broader Market.
Di sektor lain, industri asuransi jiwa juga menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan premi naik 3,2% yoy menjadi Rp 47,45 triliun. Sedangkan industri pembiayaan dan asuransi umum menghadapi tantangan pertumbuhan, meskipun peluang tetap terbuka melalui skema inovatif seperti Buy Now Pay Later (BNPL) dan pembiayaan sektor perumahan.
Dalam konteks ini, transformasi digital menjadi kunci penting. Teknologi memungkinkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis sekaligus memperluas jangkauan layanan ke segmen masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani. Tokocrypto menjadi salah satu pelaku utama yang aktif menjawab tantangan ini dengan menghadirkan layanan-layanan seperti Earn, DCA, Buy/Sell, hingga TKO Megadrop yang memberi pengalaman investasi kripto lebih mudah dan transparan.
Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan
Tak hanya berfokus pada teknologi, Tokocrypto juga aktif dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan, melalui berbagai program edukasi, pelatihan UMKM, serta kemitraan strategis. Upaya ini sejalan dengan semangat acara penghargaan yang juga menjadi ajang silaturahmi dan sinergi antar pelaku industri untuk membangun ekosistem jasa keuangan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Turut hadir sebagai pembicara kunci dalam acara tersebut adalah Arief Wibisono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, serta Aviliani, Ekonom Senior INDEF yang juga menjadi bagian dari dewan juri. Dalam pidatonya, Arief menyoroti perubahan perilaku konsumen dalam mengakses layanan keuangan—seperti berkurangnya kantor cabang, penurunan unit ATM, dan lonjakan penggunaan QRIS, khususnya oleh pelaku UKM. Penghargaan ini menegaskan posisi Tokocrypto sebagai pionir dalam membentuk masa depan keuangan digital Indonesia—yang bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pemerataan akses ke layanan keuangan modern.Tentang Tokocrypto
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang berdiri sejak 2018 dan terdaftar di OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menawarkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan. Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$ 25 juta, menyediakan lebih dari 400 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4 juta pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES