KALAMANTHANA, Pulang Pisau – Jasad Tukirah mengapung di Sungai Kahayan. Dia ditemukan kapal ferry yang tengah berlayar.

Penemuan jasad Tukirah, ibu rumah tangga berusia 63 tahun itu, sontak membuat bantaran Sungai Kahayan mendadak gempar.

Warga dan pengguna jasa penyeberangan di sekitar Pelabuhan Ferry Pulang Pisau-Kalawa itu terkejut dan pilu dengan pemandangan tersebut. Tukirah mengapung tak bernyawa.

Penemuan jasad Tukirah itu bikin heboh warga di sekitar lokasi kejadian, yakni di Jalan Tingang Menteng, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau itu.

Merespons cepat situasi yang mulai menghebohkan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polres Pulang Pisau (Pulpis), Polsek Kahayan Hilir, BKO Ditpolairud Polda Kalteng, serta BPBD langsung bergerak ke titik lokasi. Sinergi antar-instansi ini menjadi kunci evakuasi berjalan tertib di tengah kepanikan warga.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, melalui Kasat Reskrim AKP Rizky Hidayah Harahap, mengonfirmasi timnya tiba di lokasi sesaat setelah laporan diterima pada pukul 14.30 WIB.

“Kami langsung mengambil langkah pengamanan lokasi dan melakukan evakuasi. Personel bahu-membahu mengangkat jasad dari perairan menggunakan Kapal Polair agar bisa segera dilakukan tindakan medis,” ungkap Rizky Hidayah Harahap.

Jasad tersebut langsung dilarikan ke RSUD Pulang Pisau menggunakan unit ambulans.

Berdasarkan hasil identifikasi cepat dan visum luar, korban diketahui bernama Tukirah (63), seorang ibu rumah tangga asal Desa Pangkoh Sari, Kecamatan Pandih Batu.

Meski pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan keberatan untuk dilakukan autopsi, pihak kepolisian tetap memastikan seluruh prosedur penanganan penemuan jenazah dilakukan secara profesional. (*)