KALAMANTHANA, Palangka Raya – Memasuki Bulan Ramadan 1447 H, masyarakat kota Palangka Raya berbondong-bondong ke pasar wadai ramadan untuk membeli takjil berbuka.
Dalam melayani kebutuhan masyarakat Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah/2026 M digelar di tujuh titik strategis yang tersebar di berbagai kawasan kota.
Kebijakan itu diambil untuk mencegah penumpukan pengunjung di satu lokasi, sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi para pedagang selama bulan suci Ramadan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan lokasi Pasar Wadai Ramadan tahun ini telah ditetapkan dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan potensi keramaian.
Sejumlah titik yang telah ditentukan di antaranya depan SMAN 1 Palangka Raya di Jalan AIS Nasution, Masjid Shalahuddin Universitas Palangka Raya di Jalan Yos Sudarso, Pasar Kahayan depan Bank Kalteng di Jalan Tjilik Riwut Km 1,5, serta kawasan Masjid Al Husna di Jalan Hasanuddin.
“Pasar Wadai Ramadan tahun ini kami sebar di beberapa titik strategis agar masyarakat lebih mudah menjangkaunya,” ujar Samsul.
Selain itu, pasar wadai juga hadir di kawasan Masjid Kubah Kecubung Jalan RTA Milono, Pasar Datah Manuah Jalan Yos Sudarso, serta halaman Gedung Juang di Jalan Seth Adji Bundaran Besar.
Samsul menjelaskan, Pasar Datah Manuah dan Gedung Juang merupakan titik tambahan yang direncanakan mulai beroperasi pada 19 Februari 2026. Penambahan ini bertujuan memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mengurai kepadatan pengunjung.
“Kami tidak ingin pasar terpusat di satu kawasan saja. Dengan penambahan titik ini, jangkauan menjadi lebih merata,” katanya.
Menurutnya, penentuan lokasi Pasar Wadai Ramadan mempertimbangkan kemudahan akses masyarakat, kesiapan infrastruktur pendukung, serta potensi ekonomi wilayah. Pemerintah berharap warga dapat berbelanja kebutuhan berbuka puasa dengan nyaman, sementara pedagang memperoleh tempat usaha yang tertata, aman, dan layak selama Ramadan. (Mit).