KALAMANTHANA, Sampit – Teror buaya di Kotawaringin Timur bukanlah mengada-ada. Dia bisa terjadi di mana-mana, termasuk di perairan Pulau Hanaut.

Buktinya, bangkai seekor buaya jenis muara berukuran sekitar 3 meter ditemukan di perairan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur.

Penemuan ini kian menghebohkan warga Kotawaringin Timur yang dicekam ancaman buaya akhir-akhir ini. Hingga kini, penyebab kematian reptil berbahaya tersebut masih belum diketahui.

Bangkai buaya ditemukan di kawasan Bapinang, di tepi sungai, oleh warga yang tengah melintas di perairan sekitar lokasi.

Penampakan tersebut kemudian menyebar luas setelah direkam dalam video amatir dan beredar di kalangan masyarakat.

Dalam video yang beredar, bangkai buaya terlihat dalam posisi terlentang di antara pepohonan di pinggir sungai.

Buaya itu disebut berukuran sekitar 3 meter. Kondisinya sudah membengkak, menandakan satwa tersebut telah mati beberapa waktu sebelum ditemukan.

Warga setempat, Wuri membenarkan adanya temuan tersebut dan menyebut kabar itu cepat menyebar di lingkungan masyarakat.

Peristiwa ini pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari faktor alami hingga dugaan adanya campur tangan manusia atau gangguan terhadap habitat satwa liar di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kematian buaya muara tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian buaya tersebut, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat di sekitar perairan Pulau Hanaut. (*)