KALAMANTHANA, Muara Teweh - Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop UKM) Barito Utara menekankan pentingnya pembenahan data tenaga kerja agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.

Kepala Disnakertranskop UKM Barito Utara, M. Mastur, menegaskan validitas data tenaga kerja menjadi fondasi utama dalam merumuskan program pemerintah daerah, terutama untuk menekan angka pengangguran. “Ini bagian dari komitmen kita dalam mendukung program unggulan Bupati, khususnya dalam menekan angka pengangguran. Data harus valid, karena menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Mastur mengimbau pencari kerja pemegang kartu AK-1 segera melaporkan jika telah memperoleh pekerjaan agar data pemerintah mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia juga menyoroti masih adanya perusahaan yang belum tertib melaporkan data tenaga kerja, sehingga menghambat keakuratan data. “Kami menemukan masih ada perusahaan yang belum melaporkan tenaga kerjanya secara resmi. Ini tentu berdampak pada keakuratan data dan berpotensi menghambat program pemerintah,” tegasnya.

Senada, Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Ronald Aprianto, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung pembaruan data. “Kami minta pemegang AK-1 yang sudah mendapatkan pekerjaan dan perusahaan sama-sama proaktif. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan daerah sesuai visi dan misi Bupati,” katanya.

Menurut Ronald, data yang tidak akurat akan berdampak pada penyusunan program yang tidak tepat sasaran, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Disnakertranskop UKM Barito Utara membuka layanan pelaporan bagi masyarakat yang telah bekerja, baik secara langsung ke kantor dinas maupun melalui mekanisme yang tersedia.

Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap dapat memetakan jumlah warga yang masih membutuhkan pekerjaan secara lebih akurat sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program unggulan daerah. (Sly).