KALAMANTHANA, Tamiang Layang  –  Merebaknya kasus penipuan dengan modus hipnotis meresahkan warga Barito Timur. Mereka berharap aparat bertindak cepat.

Kejahatan dengan media hipnotis kini kembali menyeruak di Barito Timur, Kalimantan Tengah. Seorang pensiunan PNS jadi korbannya.

Kasus penipuan dengan modus hipnotis itu terjadi di kawasan Pasar Temenggung Djayakarti, Tamiang Layang, Barito Timur. Warga pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut dan menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban lainnya.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terutama jika orang tersebut mengajak berbicara secara intens atau menawarkan sesuatu yang mencurigakan.

Selain itu, warga juga disarankan untuk tidak membawa uang dalam jumlah besar saat berbelanja di pasar serta segera meminta bantuan kepada orang di sekitar apabila merasa ada hal yang mencurigakan.

Seorang warga yang dilaporkan menjadi korban dugaan tindak pidana penipuan dengan modus hipnotis itu mengalami kerugian mencapai Rp5 juta, Senin 22 Juni 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pasar Temenggung Djayakarti Tamiang Layang, saat berlangsungnnya pasar minggun.

Korban yang adalah seorang Pensiunan PNS  mengaku didatangi oleh seorang pria tak dikenal yang mengajaknya berbincang dengan modus mencari temannya.

Dalam percakapan tersebut, pelaku diduga menggunakan modus tertentu hingga membuat korban kehilangan konsentrasi dan menuruti seluruh permintaan pelaku.

Menurut keterangan korban, setelah berbincang beberapa saat, pelaku meminta atau meminjam ATM   dengan  berbagai alasan.

Tanpa menyadari apa yang terjadi, korban kemudian menyerahkan ATM Bank Kalteng miliknya beserta nomopr pinnya dan pelaku pun lalu pergi.

Setelah pelaku pergi, korban baru tersadar bahwa ATM Bank Kalteng miliknya telah raib,

Dia pun bergegas mengambil buku Tabungan Bank Kalteng dan mendatangi Bank kalteng Cabang Tamiang Layang untuk melakukan permblokiran.

“Namun setelah dicek saldo tabungan telah raib sebanyak Rp5 juta,” ujarnya dalam sebuah unggaran video yang tersebar di medsos.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian karena belum menerima laporan dari korban hipnotis, namun pihaknya menghimbau masyarakat yang mengalami atau mengetahui kejadian serupa agar segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat untuk memudahkan proses penyelidikan. (anigoru)