KALAMANTHANA, Sampit – Antusias masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur menyambut dan menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 meningkat. Waspada judi dan gangguan kamtibmas.
Saat ini, aktivitas nonton bareng (nobar) kembali ramai digelar di warung kopi, rumah warga, hingga ruang-ruang terbuka di Kotawaringin Timur.
Fenomena ini menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat. Warga tampak berkumpul menikmati jalannya pertandingan sambil bersosialisasi.
Namun, di balik meningkatnya aktivitas tersebut, aparat kepolisian menyoroti potensi munculnya praktik perjudian yang kerap menyusup dalam momentum pertandingan besar.
Kapolres Kotawaringin Timur Resky Maulana Zulkarnain menegaskan bahwa kegiatan nobar harus tetap berada dalam koridor positif dan tidak disalahgunakan untuk tindakan melanggar hukum.
“Euforia menonton bola ini seharusnya menjadi ruang kebersamaan, memperkuat silaturahmi dan persatuan. Jangan sampai dimanfaatkan untuk perjudian, baik secara langsung maupun online,” tegasnya, Rabu 24 Juni 2026.
Ia menyebutkan, kepolisian akan tetap melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang melibatkan massa, termasuk aktivitas nobar yang berlangsung di berbagai titik di wilayah Kotim.
“Setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang tetap dalam pengawasan kami, dari Polres hingga jajaran Polsek,” ujarnya.
Selain pengawasan, aparat juga menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberlakukan terhadap setiap pelanggaran hukum yang ditemukan di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan euforia pertandingan tidak berubah menjadi gangguan ketertiban umum maupun persoalan sosial di masyarakat. (*)