KALAMANTHANA, Kuala Kapuas – Musim kemarau di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kapuas, harus menjadi perhatian semua pihak. Anggota DPRD Kapuas, Rahmad Jainudin, menegaskan masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).  

Mengacu pada prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Kalimantan akan memasuki puncak kemarau pada Agustus. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas, menurunkan ketersediaan air bersih, serta memperburuk kualitas udara akibat karhutla.  

Menurut Rahmad, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan koordinasi bersama BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait melalui patroli rutin di kawasan rawan kebakaran, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sebelum bencana terjadi.  

Di sisi lain, masyarakat juga diminta ikut berperan dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta menggunakan air bersih secara bijaksana selama musim kemarau berlangsung. “Memasuki puncak musim kemarau, seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah bencana terjadi,” ujarnya.

Rahmad menambahkan, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan risiko penyakit, terutama ISPA pada anak-anak dan lanjut usia.  

“Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kita berharap Kabupaten Kapuas dapat terhindar dari bencana karhutla,” pungkasnya. (Fan).