KALAMANTHANA, Palangka Raya  – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menimbulkan dampak lintas sektor di Kota Palangka Raya, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.  

Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya, Salundik, menegaskan perlunya perhatian serius pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM agar tetap eksis di tengah kabut asap. “Kami prihatin dengan kondisi ini, meski begitu pemerintah harus tetap hadir guna memberikan pendampingan agar UMKM bisa bertahan,” ujarnya, Senin (31/8/2026).  

Menurutnya, pekatnya kabut asap membuat konsumen enggan keluar rumah. Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM mengoptimalkan penjualan daring untuk menjaga pendapatan.  

Selain dampak ekonomi, kabut asap juga meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan. 

Salundik meminta pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla agar titik api segera dikendalikan sehingga kabut asap tidak meluas ke permukiman.  (Mit).