KALAMANTHANA, Palangka Raya - Dinas Pertanian Kota Palangka Raya diminta memperkuat pendampingan kepada petani untuk mengurangi risiko kerugian akibat musim kemarau yang tengah berlangsung.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery mengatakan, pendampingan diperlukan agar petani dapat menentukan langkah yang tepat, terutama terkait waktu tanam dan kondisi lahan.
“Jika memang kondisi belum memungkinkan untuk memasuki masa tanam, sebaiknya jangan dipaksakan. Jangan sampai keputusan menanam di saat yang tidak tepat justru menimbulkan kerugian bagi petani,” ujar Khemal, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian selama musim kemarau sangat bergantung pada ketepatan waktu tanam, kondisi cuaca serta ketersediaan sumber air di lahan pertanian.
Khemal menilai penyuluh pertanian lapangan (PPL) memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan informasi kepada petani mengenai langkah yang perlu dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Selain pendampingan, DPRD juga mendorong Dinas Pertanian menyiapkan berbagai program adaptasi agar petani tetap mampu berproduksi meski menghadapi cuaca kering yang berkepanjangan.
“Dinas Pertanian dapat membantu menyediakan benih unggul yang lebih tahan terhadap kekeringan, baik untuk komoditas padi maupun tanaman hortikultura,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan varietas unggul yang sesuai dengan karakteristik musim kemarau dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko gagal panen.
Khemal juga meminta jajaran Dinas Pertanian tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif turun ke lapangan untuk memetakan berbagai persoalan yang dihadapi petani, terutama di kawasan sentra pertanian seperti Kalampangan.
Menurutnya, Kalampangan merupakan salah satu wilayah strategis penghasil komoditas pertanian di Kota Palangka Raya sehingga perlu mendapat perhatian khusus selama musim kemarau.
“Petugas harus melihat langsung kondisi yang dihadapi petani. Jangan sampai mereka harus menghadapi dampak kemarau tanpa pendampingan dan bantuan yang memadai,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan lahan kering. Upaya tersebut dinilai penting agar aktivitas pertanian tetap berjalan optimal dan dampak musim kemarau terhadap produksi pangan dapat ditekan. (Mit).