KALAMANTHANA, Palangka Raya - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palangka Raya mendorong pemerintah kota mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan asli daerah (PAD) untuk memperkuat kemampuan fiskal dan mendukung pembiayaan pembangunan.
Dorongan tersebut menjadi salah satu rekomendasi Banggar dalam evaluasi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Juru Bicara Banggar DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengatakan peningkatan PAD perlu dilakukan secara terukur dengan menggali berbagai sumber pendapatan daerah yang sah.
“Banggar mendorong pemerintah daerah agar terus mengupayakan peningkatan PAD melalui optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang sah, sehingga kemampuan fiskal daerah semakin kuat dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Dede, pemerintah daerah perlu menyusun strategi peningkatan pendapatan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan perkembangan daerah. Upaya tersebut juga harus disertai pengawasan yang efektif terhadap seluruh sumber penerimaan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan, lanjutnya, yakni mengoptimalkan penerimaan dari pajak dan retribusi daerah, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi.
“Potensi pendapatan daerah harus digali secara maksimal. Selain itu, pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak juga perlu ditingkatkan agar penerimaan daerah dapat lebih optimal,” katanya.
Selain optimalisasi penerimaan, Banggar juga merekomendasikan penguatan koordinasi pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pemungutan dan pengelolaan pendapatan daerah turut menjadi perhatian. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas sekaligus mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Dede mengatakan, pengelolaan pendapatan berbasis teknologi dapat menjadi salah satu upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah. Dengan demikian, optimalisasi PAD diharapkan dapat mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Palangka Raya. (Mit).