Pembinaan Lomba Perpustakaan SMA, Misnawaty Yamin: Jadikan Perpustakaan Jantung Sekolah yang Hidup

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 20:20:49 WIB

KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Bunda Literasi Kabupaten Barito Timur, Misnawaty M. Yamin, mengajak seluruh sekolah menengah atas (SMA) untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik Tingkat SMA Tahun 2026 yang berlangsung di SMAN 1 Tamiang Layang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur Ari Panan P. Lelo beserta jajaran, Kepala SMAN 1 Tamiang Layang, para kepala perpustakaan, guru, pengelola perpustakaan, serta perwakilan siswa.

Dalam arahannya, Misnawaty menegaskan bahwa jenjang SMA merupakan fase penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Menurutnya, jika sekolah dasar menjadi fondasi awal membaca, maka di tingkat SMA para siswa harus mampu membaca dunia, memahami data, menganalisis berbagai isu, hingga menyiapkan diri menghadapi masa depan.

"Kalau SD itu fondasi membaca, maka SMA adalah puncaknya berpikir. Kalian bukan lagi sekadar membaca cerita, tetapi membaca dunia, membaca data, membaca isu, dan membaca masa depan. Karena itu, perpustakaan SMA harus menjadi laboratorium ide, tempat berdiskusi, melakukan riset, dan melahirkan pemimpin masa depan Barito Timur," ujar Misnawaty.

Pada kesempatan tersebut, Bunda Literasi menyampaikan tiga pesan penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan budaya literasi sekolah:

Untuk Siswa: Ia mengajak siswa menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang dikunjungi atas dasar rasa ingin tahu, bukan sekadar kewajiban. Pelajar didorong memperluas wawasan melalui bacaan tentang kewirausahaan, teknologi, sejarah Dayak, hingga informasi beasiswa.

Untuk Kepala Sekolah & Guru: Ia berharap perpustakaan benar-benar menjadi 'jantung sekolah' yang hidup. Sekolah diimbau rutin menggelar bedah buku, diskusi isu terkini, lomba esai, serta menghadirkan Pojok Karier Pelajar untuk membantu siswa mengenali minat, bakat, dan rencana masa depan.

Untuk Pengelola Perpustakaan: Ia mengapresiasi dedikasi pustakawan di era digital dan mendorong mereka terus berinovasi. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk promosi—seperti membuat konten resensi buku di TikTok, mengadakan program 'Sehari Menjadi Pustakawan', hingga mendesain sudut baca yang nyaman.

"Menang atau kalah dalam lomba adalah hal yang biasa, tetapi yang tidak boleh kalah adalah semangat kita membangun budaya baca di Barito Timur. Mari kita buktikan bahwa anak-anak Barito Timur tidak hanya berprestasi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga unggul dalam literasi dan kemampuan berpikir," tegasnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap seluruh sekolah dapat meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Mengakhiri sambutannya, Misnawaty mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum pembinaan ini sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan menciptakan perubahan nyata.

"Dengan literasi, generasi Barito Timur siap menjadi pemimpin masa depan," pungkasnya. (anigoru)

Reporter: Redaksi
Back to top