Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla, Pemkab Ajak Warga Salat Istisqa

Penulis: Huda  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 16:55:46 WIB
Pemkab Kotim memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 15 September 2026. Selain memperkuat penanganan, masyarakat diajak melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau.

KALAMANTHANA, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan hingga 15 September 2026. Langkah ini dilakukan di tengah kondisi cuaca panas yang diperkirakan BMKG masih berlangsung hingga pertengahan bahkan akhir September.  

Bupati Kotim Halikinnor menyebutkan titik api terus bertambah setiap hari, terutama di wilayah selatan dan tengah Kotim yang mulai menimbulkan asap. “Dengan diperpanjang hingga 15 September, pemerintah daerah memiliki ruang untuk terus mengoptimalkan penanganan karhutla dan kekeringan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya dalam rapat koordinasi, Senin (24/8/2026).  

Penanganan karhutla diperkuat melalui sinergi Pemkab Kotim bersama TNI, Polri, Basarnas, SAR, Tagana, dan seluruh OPD. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.  

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Kotim juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui Salat Istisqa yang dijadwalkan Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 06.30 WIB di halaman Kantor Pemkab Kotim, Jalan Jenderal Sudirman, Sampit. Wakil Bupati Irawati mengajak masyarakat hadir dan bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun.  

“Mari bersama-sama menundukkan hati, memperbanyak istighfar, bertaubat, bersedekah, dan memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi Kotawaringin Timur,” katanya.  

Irawati juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada petugas dan relawan yang masih berjibaku menangani karhutla, termasuk melalui infak terbaik. Pemkab berharap sinergi pemerintah, petugas, relawan, dan masyarakat terus diperkuat sehingga karhutla dapat dikendalikan dan dampaknya diminimalkan selama musim kemarau. (Su).

Reporter: Huda
Back to top