KALAMANTHANA, Sampit – Suasana di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, mulai mencekam. Dua ekor beruang madu diduga berkeliaran di sekitar permukiman warga dan kerap muncul ketika musim kemarau tiba.
Keberadaan satwa liar tersebut membuat warga waswas beraktivitas. Terlebih beruang dilaporkan beberapa kali menyerang ternak warga berupa ayam dan itik.
Laporan kemunculan beruang disampaikan warga kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah. Menindaklanjuti laporan itu, petugas BKSDA Pos Sampit turun melakukan observasi pada Selasa (15/9/2026).
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan berdasarkan keterangan warga, terdapat dua ekor beruang yang diduga merupakan induk dan anak.
“Dari informasi warga, ada dua ekor beruang yang terlihat di sekitar permukiman. Warga menduga keduanya merupakan induk dan anak,” kata Muriansyah, Komandan BKSDA Pos Sampit.
Kemunculan beruang tersebut disebut bukan kejadian baru. Warga mengaku satwa itu beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar permukiman, terutama saat musim kemarau maupun ketika terjadi kebakaran lahan.
Situasi itu membuat warga semakin khawatir, karena jarak kemunculan satwa dengan rumah warga cukup dekat. Aktivitas sehari-hari pun menjadi lebih terbatas lantaran warga takut berpapasan dengan beruang.
Selain berkeliaran, beruang tersebut juga diduga beberapa kali menyerang ternak milik warga. Ayam dan itik disebut menjadi sasaran sehingga keberadaannya semakin meresahkan masyarakat.
Petugas BKSDA kemudian memberikan pemahaman kepada warga mengenai perilaku beruang madu sekaligus langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari konflik.
Sebagai tindak lanjut, satu set perangkap beruang dipasang di lokasi dengan menggunakan buah nanas sebagai umpan. Pemasangan tersebut dilakukan dengan bantuan dan disaksikan perangkat desa serta warga.
Muriansyah mengimbau warga tidak mendekati atau mengejar apabila kembali menemukan beruang di sekitar permukiman. Warga diminta segera melapor agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan tidak membahayakan masyarakat maupun satwa. (su)