KALAMANTHANA, Sampit – Satu lagi pejuang pemadam karhutla meninggal dunia. Dia adalah NR (45), warga Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur.

NR (45), meninggal dunia setelah sebelumnya ikut membantu warga memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin 14 September 2026 malam.

NR bersama sejumlah warga diketahui berada di lokasi untuk membantu mengendalikan api yang melanda kawasan desa. Upaya pemadaman dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum NR memutuskan kembali ke rumahnya.

Setibanya di rumah yang berada di Jalan Abu Bakar, RT 001/RW 001, Desa Hanjalipan, NR sempat mengeluhkan sesak napas. Setelah itu, ia beristirahat dan tidur.

Warga setempat, Nor, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan sebelum pulang, NR ikut berjibaku bersama warga lainnya dalam upaya memadamkan api.

“Setelah pulang dari memadamkan api, dia sempat mengeluh sesak napas. Kemudian beristirahat dan tidur,” kata Nor.

Menjelang subuh, istri NR mencoba membangunkan suaminya. Namun, NR ternyata sudah tidak merespons dan diketahui telah meninggal dunia.

Kabar duka tersebut kemudian menyebar di tengah warga Desa Hanjalipan. Keluarga bersama warga setempat selanjutnya mengurus pemakaman NR yang dilaksanakan pada Selasa.

NR meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Semasa hidupnya, ia dikenal ikut membantu warga ketika terjadi kebakaran lahan di wilayah Desa Hanjalipan.

Peristiwa ini menjadi duka bagi warga yang selama beberapa waktu terakhir masih menghadapi ancaman karhutla. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah aktivitas pemadaman maupun paparan asap berkaitan langsung dengan penyebab meninggalnya NR.

Informasi mengenai kondisi kesehatan dan penyebab pasti kematian korban merupakan kewenangan pihak medis yang menangani. (su)