KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Kapuas resmi diperpanjang selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 29 September 2026.
Perpanjangan status tanggap darurat tersebut ditetapkan dalam rapat evaluasi tanggap darurat bencana Karhutla dan kekeringan yang berlangsung di Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Pusdalops BPBD Kapuas, Selasa (15/9/2026) malam.
Rapat dipimpin langsung Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno, didampingi Sekda Kapuas Usis I Sangkai. Rapat turut dihadiri kepala perangkat daerah, para camat, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pihak terkait lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S Pandiangan, mengatakan status tanggap darurat Karhutla dan kekeringan sebelumnya berlaku mulai 2 hingga 15 September 2026. Namun, berdasarkan hasil evaluasi, status tersebut diperpanjang selama 14 hari ke depan.
"Perpanjangan status tanggap darurat ini karena mempertimbangkan situasinya masih sama. Hari tanpa hujan, berdasarkan prediksi BMKG, sampai tanggal 20 tidak ada. Bahkan secara umum, akhir November baru ada hujan alami," katanya.
Menurut Pangeran, kondisi di sejumlah titik Karhutla semakin sulit karena sumber air sudah tidak tersedia. Selain itu, akses menuju sejumlah titik kebakaran juga sulit dijangkau.
"Itu sebabnya, pada rapat evaluasi malam ini juga diputuskan untuk tetap melanjutkan status tanggap darurat sampai 14 hari ke depan," ujarnya.

Pangeran menambahkan, dalam rapat juga diusulkan pembuatan sumur bor di sejumlah titik tertentu untuk mendukung penanganan Karhutla. Usulan tersebut mendapat persetujuan dari Bupati Kapuas.
"Bapak Bupati menyetujui usulan pembuatan sumur bor tersebut, tetapi dengan pertimbangan-pertimbangan. Jangan sampai pembuatan sumur bor tersebut menyalahi aturan," pungkas Pangeran.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kapuas, luas area yang terbakar hingga saat ini mencapai 2.233,22 hektare dengan total 258 kejadian. Sementara itu, pemadaman melalui jalur darat telah dilakukan sebanyak 197 kali. (fan)