Indonesia Perlu Bersinergi untuk Dorong Pertumbuhan Industri Kripto
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa perkembangan pesat di negara tetangga seharusnya menjadi alarm sekaligus motivasi bagi Indonesia untuk terus memperkuat ekosistem kripto nasional. “Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar kripto, tetapi kita tidak bisa terlena. Agar tidak tertinggal dari Vietnam dan Thailand, perlu ada sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk menciptakan regulasi yang mendukung, edukasi yang masif, serta insentif yang mendorong adopsi,” ujar Calvin.
Menurutnya, langkah Thailand yang memberikan insentif pajak bisa dijadikan bahan kajian bagi pemerintah Indonesia dalam merumuskan kebijakan fiskal yang lebih mendukung industri. Sementara pendekatan regulatif Vietnam dapat menjadi inspirasi dalam membangun kerangka hukum yang jelas dan aman bagi investor maupun pengembang teknologi.
“Kami percaya bahwa dengan regulasi yang progresif, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen bersama, sehingga industri kripto Indonesia tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga menjadi pemimpin di Asia Tenggara,” tambah Calvin.
Kiat Menjaga Daya Saing
Untuk menjaga daya saing di kawasan Asia Tenggara, sejumlah langkah strategis disuarakan pelaku industri yang dinilai perlu segera diambil agar industri kripto Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Salah satu usulan utama adalah pemberian insentif fiskal, misalnya melalui penyederhanaan perpajakan aset kripto di platform exchange lokal. Selain itu, regulasi yang ada perlu disempurnakan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan model bisnis kripto yang terus berevolusi. Upaya peningkatan literasi digital dan finansial juga menjadi kunci penting agar masyarakat luas dapat berpartisipasi dalam ekosistem kripto secara aman dan bertanggung jawab. Dukungan terhadap startup dan pengembang pun harus diperkuat, antara lain melalui kemudahan akses pendanaan, pengembangan sandbox regulasi, serta program inkubasi untuk proyek-proyek blockchain. Di sisi lain, kolaborasi strategis antara regulator, pelaku usaha, dan institusi pendidikan perlu ditingkatkan guna menciptakan talenta digital yang mumpuni dan berdaya saing global. Calvin menekankan bahwa langkah-langkah tersebut sangat penting agar Indonesia tidak kehilangan momentum dalam pertumbuhan ekonomi digital. “Kita tidak boleh kalah dalam perlombaan ini. Blockchain dan aset digital adalah masa depan, dan masa depan itu harus dibentuk bersama oleh seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.Tentang Tokocrypto
Tokocrypto adalah pedagang aset kripto No.1 di Indonesia yang berdiri sejak 2018 dan terdaftar di OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), serta menjadi anggota Bursa dan Kliring Kripto. Dengan dukungan dari Binance, Tokocrypto menawarkan layanan investasi kripto yang aman, transparan, dan mudah digunakan. Platform ini mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar US$ 25 juta, menyediakan lebih dari 400 token/koin dan 600 pasangan perdagangan, serta telah dipercaya oleh lebih dari 4 juta pengguna di Indonesia. Informasi lebih lanjut, kunjungi: www.tokocrypto.com.