KALAMANTHANA, Palangka Raya – Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di media sosial memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menilai fenomena tersebut sebagai respons yang wajar di tengah ketidakpastian informasi. Menurutnya, masyarakat cenderung terpengaruh kabar yang belum tentu terverifikasi, terutama jika berkaitan dengan kebutuhan pokok seperti BBM.

“Ketika muncul informasi tertentu, wajar jika masyarakat merasa khawatir dan berupaya mengantisipasi,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Dalam situasi tersebut, ia menekankan pentingnya peran Pertamina untuk memberikan penjelasan yang jelas, akurat, dan menenangkan kepada publik. Kepastian resmi terkait isu yang berkembang, termasuk jaminan ketersediaan stok BBM, dinilai penting agar masyarakat tidak diliputi kekhawatiran berlebihan.

“Perlu ada penyampaian informasi yang memberikan rasa tenang, bahwa BBM tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan seperti yang beredar,” tambahnya.

Selain itu, Khemal juga menyoroti dampak antrean panjang yang turut mengganggu aktivitas masyarakat serta pelaku usaha di sekitar SPBU. Ia berharap, dengan adanya kejelasan informasi dan jaminan stok, keresahan masyarakat dapat segera teratasi. (Mit).