KALAMANTHANA, Jakarta – Kisah duka berseliweran di tengah duka tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Ada yang menunggu kerabat di stasiun, ternyata yang ditunggu sudah pergi untuk selamanya.

Pengalaman duka itu berseliweran di jagad media sosial. Salah satunya dikisahkan salah satu pemilik akun X (Twitter) @gr**np**le_mw.

Dia mengisahkan kepergian kakaknya, Fatmawati Rahmayani, yang menjadi salah satu korban meninggal dunia pada peristiwa tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL itu.

Sekitar 14 jam yang lalu, melalui akun X, dia menyampaikan permintaan bantuan mencari informasi keberadaan kakaknya itu.

“Mohon konfirmasi, sepupu saya @KAI121 atas nama tersebut. Keluarga sedang menunggi di Stasiun Bekasi Timur. Terima kasih,” katanya mencuit.

Dalam cuitan itu, dia menyebutkan nama kakaknya itu, Fatmawati Rahmayani. “Saya mencari kakak perempuan saya di KRL tersebut, belum ada kabar sama sekali. Mohon ijin adakah yang bisa bantu info nama korban2 luka yang di RS?” tambahnya.

Satu jam yang lalu, mendekati jam 14.00 WIB, Selasa 28 April 2026, dia menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu.

“Aku mau berterima kasih kepada seluruhj temen-temen yang sudah bantu. Alhamdulillah mbaku sudah ketemu, terima kasih semua. Doakan mbaku diterima di tempat terbaik ya di sisi Allah. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” tambahnya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, korban meninggal tabrakan KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur tercatat 14 orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

“Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata Bobby Rasyidin di Jakarta, Selasa 28 April 2026. (*)